Selasa, 11 Desember 2018

Christian Hadinata Soroti yang Kurang di Pelatnas Bulu Tangkis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana latihan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Suasana latihan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata mengatakan kualitas pemain dan pelatih di Pelatnas Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) harus setara. Ia mengatakan hal ini agar memastikan bulu tangkis Indonesia bisa kembali berbicara banyak di tingkat dunia.
     
    "Peraihan prestasi itu ada tiga kategori itu. Kalau atlet dan pelatih bagus hasilnya pasti bagus. Kedua pelatih biasa saja tapi atletnya bagus, hasilnya juga masih bisa bagus. Ketiga yang agak repot, standar pelatihnya bagus berkualitas, tapi SDM atletnya berprestasi atau tidak. Itu agak repot," kata Koh Chris, sapaan akrab Christian Hadinata, saat dihubungi Tempo, Rabu, 8 Agustus 2018.

    Baca: Christian: Indonesia Bisa Maksimalkan Ganda di Asian Games 2018

    Saat ini, sektor tunggal Indonesia menjadi yang paling tertinggal dari lima nomor bulu tangkis. Di tunggal putra, beberapa nama pemain pelatnas seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, hingga Ihsan Maulana Mustofa gagal membuat gebrakan di beberapa kejuaraan besar. Prestasi tertinggi muncul saat Ginting menjuarai Indonesia Masters 2018 pada awal tahun lalu.

     
    Sementara itu di tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani juga belum mampu berbicara banyak. Keduanya kerap terhenti di babak pertama atau kedua turnamen. Pria yang biasa disapa Koh Chris ini menilai faktor mental adalah yang paling perlu pembenahan.

    Baca: Sayyid, Pebulu Tangkis Disabilitas yang Dipuji Christian Hadinata 

    "Paling penting itu masalah non teknis menghadapi masalah mental seperti saat mengalahkan saingan kuat dari negara-negara Asia. Kalau masalah teknik, fisik, saya percaya itu sudah tak ada masalah. Tinggal saat bagaimana menghadapi saat poin kritis, bagaimana mereka bisa mengatasi itu," kata dia.

     
    Christian Hadinata pernah menjadi andalan Indonesia di nomor ganda putra dan ganda campuran. Ia menilai secara pengalaman bertanding, seharusnya atlet-atlet Indonesia sudah bisa melangkah lebih jauh.
     
    "Kalau dibilang faktor pengalaman dan jam terbang seharusnya sudah bukan jadi masalah. Tak bisa dibilang kalah pengalaman. Mereka juga sudah teruji. Kecuali tunggal putri kita, yang dari junior baru masuk ke senior, Gregoria Mariska Tunjung itu," ujar Koh Chris.
     
    Saat ini tunggal putra Indonesia belum mampu menembus sepuluh besar dunia. Anthony Sinisuka Ginting ada di peringkat 12, Jonatan Christie di peringkat 15, dan Tommy Sugiarto yang non pelatnas ada di peringkat 13. Saat ini tunggal putra dilatih oleh Hendri Saputra. 
     
    Sementara itu peringkat tunggal putri tertinggi Indonesia diisi oleh Gregoria Mariska Tunjung di posisi 22. Fitriani ada di peringkat 40, sedangkan Dinar Dyah Ayustine di posisi 42. Kursi pelatih tunggal putri saat ini masih diisi oleh Minarti Timur yang merupakan mantan atlet ganda putri bulu tangkis Indonesia.
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.