Lahir 18 Agustus 2018, Bayi di Palembang Diberi Nama Asian Games

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi yang diberi nama Adiba Asian Games lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 18 Agustus 3018. Tempo/Ahmad Supardi

    Bayi yang diberi nama Adiba Asian Games lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 18 Agustus 3018. Tempo/Ahmad Supardi

    TEMPO.CO, Palembang – Seorang bayi perempuan yang lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 18 Agustus 2018, diberi nama Adiba Asian Games. Ayah dan ibunya sengaja memberi demikian karena bayi itu lahir tepat di hari pembukaan Asian Games 2018, yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. 

    "Namanya Adiba Asian Games, cita-citanya mau jadi atlet,” kata Veronova, ibu sang bayi, sambil senyum, saat ditemui Tempo, Selasa 21 Agustus 2018.

    Kala itu mata Adiba Asian Games terpejam. Tangan Veranova sibuk melilitkan kain bedung berwarna putih kepada bayi mungil. Tiba-tiba bayi kecil itu tampak gelisah. Dia merengek meronta. “Adiba Asian Games, tak nyaman dibedungi,” kata ibunya.

    Adiba Asian Games lahir pada Sabtu pukul 15.33 WIB. Dia terlahir normal dengan berat 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter. 

    “Nama Adiba telah saya siapkan empat tahun lalu, untuk nama anak kedua. Sayangnya, anak itu tiba-tiba terlahir sebagai laki-laki, padahal diprediksi perempuan,” cerita Yordania, ayah Adiba Asian Games, sambil menahan senyum.

    Yordania merasa senang sekali anaknya lahir di tanggal cantik 18.8.18 itu, apalagi bertepatan dengan pesta olahraga Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Bidan memprediksi lahirnya bulan September nanti, tapi ketika pagi hari Sabtu itu, ibunya mulai ada tanda-tanda lahir,” lanjutnya.

    Bapak tiga anak itu memang menyukai olahraga, terutama bulu tangkis. Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menjadi favoritnya. “Misalkan Asian Games ini dewasa, saya mendukung jadi atlet,” kata sambil menatap wajah bayi kecil yang digendongnya.

    Pria berumur 34 tahun itu juga akan mengajak Adiba Asian Games menonton Asian Games 2018. “Maunya melihat pertandingan bulu tangkis, tapi jauh di Jakarta. Paling mencari pertandingan menarik yang ada di Palembang saja,” katanya.  

    Keluarga Yordania memang ada kebiasaan unik dalam pemberian nama. Dia suka sekali memberi nama sesuai dengan momen yang terjadi saat anaknya terlahir. Anak pertama, Yordania diberi nama Maulana, nama bocah laki-laki berumur sebelas tahun itu terilhami atas kehebohan nama Ustad Maulana.

    Begitu juga anak kedua, dengan nama Sultan. Alasannya, di Palembang empat tahun lalu lagi ribut dualisme sultan yang memimpin Kesultanan Palembang Darussalam. Dualisme sultan itu antara Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja.

    “Kali ini, Adeba Asian Games,” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak.

    Dia menimpali, pemberian nama unik itu supaya anaknya terbantu menjelaskan momen apa yang terjadi saat mereka terlahir.

    Namun saat ditanya bagaimana kalau anak itu menyesal ketika dewasa nanti dengan nama itu, Yordania menjawab dia akan menjelaskan peristiwa besar dibalik nama buah hatinya. "Tapi kalau mereka tetap tak setuju, ya sudah, ganti saja nanti,” ujarnya.

    Nama-nama saudara Yordania juga tak kalah menarik, putra dari Deni itu memiliki enam saudara. Saudara pertamanya bernama Feodor Novikov, selanjutnya Marseille, Yordania, Victoria, Indiana, dan si bungsu Costa Rica.

    “Bapak saya dulu koboi, jadi nama anak-anaknya diambil dari nama orang Rusia, kota di Francis, nama negara di Arab, dan negara di Benua Amerika,” kata Yordania.

    Di antara saudaranya, menurut Yordania, tak ada yang menyesal dengan nama-nama ‘dahsyat’ itu. “Kami menerima semua, begitu juga anak saya nanti,” katanya.

    AHMAD SUPARDI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.