Terkendala Hujan Lebat dan Banjir, MotoGP Inggris Batal Digelar

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jorge Lorenzo menjajal Sirkuit Silverstone yang banjir sehingga mengakibatkan MotoGP Inggris yang seharusnya digelar Minggu 26 Agustus 2018 dibatalkan. (crash.net)

    Jorge Lorenzo menjajal Sirkuit Silverstone yang banjir sehingga mengakibatkan MotoGP Inggris yang seharusnya digelar Minggu 26 Agustus 2018 dibatalkan. (crash.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seri balap MotoGP Inggris yang seharusnya digelar di Sirkuit Silverstone pada Minggu 26 Agustus 2018 dibatalkan karena hujan deras.

    Akibat derasnya hujan, sirkuit menjadi banjir dan dianggap tidak layak untuk pacuan motor dengan kecepatan mencapai 300 km/jam tersebut. Atas pertimbangan keselamatan, akhirnya panitia balapan memutuskan untuk membatalkan pergelaran.

    Baca: MotoGP Inggris: Lorenzo Start Terdepan, Rossi dari Posisi 12

    Balap MotoGP Inggris sempat terancam batal sejak sesi kualifikasi yang digelar Sabtu 25 Agustus. Saat itu kualifikasi sempat dihentikan sementara karena hujan yang turun, namun lantas dapat dilanjutkan kembali.

    Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo menjadi pembalap tercepat dalam sesi kualifikasi. Peringkat kedua ditempati sesama pembalap Ducati, Andrea Dovizioso. Sementara pembalap tim Tech 3 Yamaha, Johann Zarco berada di urutan ketiga.

    Baca: Keprihatinan Juara MotoGP, Marc Marquez untuk Korban Gempa Lombok

    Juara bertahan Marc Marquez menempati urutan keempat dalam kualifikasi. Sedangkan pembalap legendaris tim pabrikan Yamaha, Valentino Rossi hanya mampu menempati posisi ke-12.

    Sejak tahun 1980, ini adalah kali pertama sebuah seri MotoGP dibatalkan dan urung digelar karena gangguan cuaca. Pada tahun 1980 GP Austria batal digelar karena salju yang terlalu tebal.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.