Rabu, 12 Desember 2018

Menuju Olimpiade Tokyo 2020, Pelatnas Luar Negeri akan Diperbanyak

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Indonesia membawa bendera Merah Putih setelah bertanding dalam babak final lari estafet 4 x 100 meter putra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. Tim estafet putra Indonesia beranggota Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. TEMPO/Subekti

    Atlet Indonesia membawa bendera Merah Putih setelah bertanding dalam babak final lari estafet 4 x 100 meter putra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018. Tim estafet putra Indonesia beranggota Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) akan lebih banyak difokuskan berlokasi di luar negeri. Hal ini merupakan bentuk persiapan Indonesia menuju Olimpiade Tokyo 2020.

    Baca: Wawancara Menpora Soal Peluang Pencak Silat Tampil di Olimpiade

    "Saya kira treatment-nya adalah tryout luar negeri yang diperbanyak. Mereka jangan lagi pelatnas dalam negeri," ujar Imam saat ditemui di rumah dinasnya di Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Agustus 2018 lalu.

    Baca: Peluang Indonesia Gelar Olimpiade, Ini Kata Presiden IOC

    Imam berujar program pelatnas di luar negeri telah terbukti di Asian Games 2018 ini. Raihan Indonesia terhitung luar biasa dengan menempati peringkat empat dari 45 negara peserta.

    Meski begitu, secara hitung-hitungan cabang olahraga yang akan dipertandingan di Olimpiade, Indonesia masih tertinggal jauh. Dari 31 emas yang diraih di Asian Games hanya enam cabang yang ada di Olimpiade yakni, Bulu Tangkis, Angkat Besi, Tenis, Panjat Tebing, Karate, dan Taekwonodo.

    Belum lagi Indonesia harus mulai membenani cabang-cabang yang kerap menjadi ladang medali, seperti renang dan atletik. Di Asian Games 2018 ini, kedua cabang itu tak mampu berbicara banyak. Renang bahkan gagal menymbang satu pun medali dan memperpanjang puasa medali dari nomor ini sejak Asian Games 1990.

    "Sampai 2020. Untuk Olimpiade, kita betul-betul fokus pada cabor, nomor pertandingan, dan atlet yang harus kita dorong agar dia lolos di kualifikasi," kata dia.

    Maka dari itu, Imam mengatakan berbagai nomor ini harus terus digenjot prestasinya. Kompetisi di luar negeri ia nilai paling cocok untuk dapat mendongkrak performa atlet Indonesia.

    "Pelatnas terbaik itu ketika mereka bertanding, harus sering mengikuti series, sering mengikuti pertandingan luar negeri yang levelnya sudah di atas kita sehingga mereka lebih terbangun suasana keunggulan. Bertemu dengan juara dunia mana, terus saja, bisa diasah," kata Imam.

    Baca: Ini Alasan Jokowi Ingin Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

    Asian Games 2018 telah berakhir dengan upacara penutupan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Indonesia berhasil finis di peringkat empat dengan raihan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Ini menjadi raihan terbaik Indonesia di sepanjang keikutsertaannya di Asian Games sejak 1951.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.