Jumat, 21 September 2018

Asian Para Games 2018: Para Atlet Memburu Emas

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Para Games, Jaenal Aripin (tengah), bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) membawa lentera api dalam pawai obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. Solo menjadi kota pertama yang disambangi pawai obor Asian Para Games 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Atlet Para Games, Jaenal Aripin (tengah), bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) membawa lentera api dalam pawai obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. Solo menjadi kota pertama yang disambangi pawai obor Asian Para Games 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Para Games 2018 akan berlangsung sebulan lagi. Pelatnas tim Indonesia yang telah dimulai sejak Januari 2018 di Solo, Jawa Tengah semakin intensif berlatih.

    Baca: Asian Para Games 2018: Ambisi David Jacobs Pertahankan Emas

     
    Mempertandingkan 18 cabang olahraga, Asian Para Games 2018 akan diikuti 41 negara dari Asia. Bermain sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan menembus peringkat tujuh besar, atau naik dua peringkat dari turnamen sebelumnya di Incheon pada 2014.

    Baca: Asian Para Games 2018: Abdul Halim Yakin Bisa Buat Kejutan

     
    "Target kita peringkat enam atau tujuh di Asia, itu juga sudah bagus. Peringkat itu bisa diraih kalau bisa dapat sekitar 16 sampai 17 medali emas," ujar Ketua National Paralympic Committe Indonesia, Senny Marbun, dalam Media Briefing di Solo, Jawa Tengah, Selasa, 4 September 2018.
     
    Target ini bukan angan-angan semata. Beberapa cabang olahraga unggulan telah disiapkan untuk menjadi tumpuan Indonesia. Berikut beberapa cabang unggulan beserta atlet andalannya.
     
    1. Para Atletik 
     
    Aksi atlet difabel Indonesia, Doni Yulianto, memacu kursi roda balap pada final 800 meter putra kategori T54 Indonesia Para Games Invitational Tournament di Stadion Madya Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 30 Juni 2018. Dalam test event kali ini, ke-47 atlet atletik pelatnas ditargetkan mampu menembus skor kualifikasi minimal (MQS). ANTARA
     
    Indonesia memiliki kekuatan di cabang yang menjadi induk seluruh olahraga ini. NPC Indonesia menargetkan setidaknya dua emas dapat diraih dari nomor ini. Meski belum mampu menyumbang emas di Asian Para Games 2014 lalu, namun hasil positif di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia menjadi modal kuat.
     
    Saat itu Indonesia keluar sebagai juara umum di cabang atletik dengan raihan 40 emas, 28 perak, dan 17 perunggu. Di Asian Para Games 2018 nanti, akan ada 714 atlet yang berpartisipasi dari 39 negara.
     
    Indonesia akan bertumpu pada beberapa atlet unggulan seperti Sapto Yogo Purnomo di nomor 100 meter T37 putra, hingga Suparni Yati di nomor tolak peluru F20 putri. Sapto merupakan peraih dua emas di ASEAN Para Games 2017 lalu. Sementara Suparni peraih satu emas di ajang yang sama.
     
    Beberapa atlet gaek seperti Abdul Halim Dalimunte hingga Setiyo Budihartanto juga dipastikan masih akan turun di Asian Para Games 2018 nanti.
     
    2. Para Bulu Tangkis
     
    Pebulu tangkis asal Jawa Barat, Sri Maryati, mengembalikan kok ke arah lawannya, atlet bulu tangkis DKI Jakarta, Evi Nurahmawati, dalam babak kualifikasi nomor tunggal putri WH 1 Indonesia Para Games Invitation Tournament di Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
     
    Tak hanya di Asian Games 2018 saja, bulu tangkis juga menjadi andalan Indonesia di Asian Para Games 2018 mendatang. Empat emas berhasil disumbangkan cabang ini pada turnamen empat tahun silam.
     
    Beberapa nama pemain lawas seperti Ukun Rukaendi juga dipastikan akan kembali tampil. Ditambah saat ini muncul beberapa pemain muda seperti Suryo Nugroho yang juga berharap menyumbang emas.
     
    Tak tanggung-tanggung, NPC Indonesia menargetkan empat emas dari nomor ini.
     
    3. Para Tenis Meja
     
    Test Event Asian Para Games yang juga merupakan Kejuaraan Indonesia Open bagi cabang tenis meja membuahkan sebuah kejutan. MARIA FRANSISCA
     
    Tenis meja menjadi salah satu cabang andalan Indonesia di tiap turnamen multi event. Di Incheon emapt tahun lalu saja, Indonesia mampu meraih dua emas dari cabang ini.
     
    Beberapa atlet gaek seperti David Jacobs dan Agus Susanto akan kembali bermain. Saat ditemui di Kantor NPC Indonesia di Solo, Jawa Tengah, David mengatakan ingin mempertahankan gelarnya di Asian Para Games 2018.
     
    "Saya Asian Para Games 2014 di Incheon dapat emas, paling enggak nanti jadi tuan rumah bisa dapat emas lagi. Semua atlet pastinya target pasti ingin yang terbaik," ujar David.
     
    4. Renang
     
    Perenang Indonesia, Mulyana, mendapat ucapan selamat dari rekannya sesaat setelah memenangkan nomor 50 meter gaya Kupu-kupu Asean Paragames Kolam Renang Tirtomoyo Manahan, Solo, Jumat (16/12). TEMPO/Andry PrasetyoDaniel Dias, atlet renang dari Brazil, saat berlomba dalam final 50 m gaya punggung puytra pada Paralympics Games di Aquatic Stadium, Rio de Janeiro, Brazil, 17 September 2016. Daniel Dias meraih emas dalam nomor ini. REUTERS/Sergio Moraes
     
    Selain bulu tangkis, cabang renang menjadi salah satu tumpuan lain Indonesia untuk mendulang emas. Empat emas ditargetkan dari nomor ini. Target ini berkaca pada hasil gemilang di Asian Para Games 2014 silam. Saat itu tiga emas berhasil dibawa pulang.
     
    Saat itu Indonesia mengandalkan Mulyana, yang akhirnya merebut dua emas dari nomor gaya bebas 50 meter T4 dan gaya kupu-kupu 50 meter T4.
     
    5. Para Power Lifting
    Cabang power lifting atau angkat beban menjadi salah satu andalan Indonesia. Di Incheon, cabang ini menyumbang satu perak dan tiga perunggu. Siti Mahmudah  dan Ni Nengah Widiasih, menjadi andalan Indonesia. 
     
    Dua Srikandi Indonesia itu pernah meraih medali perunggu di European Open Championship.

    Baca: Kemenpora Targetkan 5 Besar Asian Para Games

     
    Asian Para Games 2018 akan digelar di Jakarta pada 6 Oktober hingga 13 Oktober 2018. Ini merupakan kali pertama Indonesia tampil sebagai tuan rumah.
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.