Jojo Jonatan Christie dan Christopher Rungkat Dapat Bonus Ekstra

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, melakukan selebrasi dengan membuka kausnya dalam final pertandingan tunggal bulu tangkis putra Asian Games ke-18 di Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018. Nama Jojo menjadi viral setelah aksi selebrasinya diperbincangkan netizen. AP/Achmad Ibrahim

    Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, melakukan selebrasi dengan membuka kausnya dalam final pertandingan tunggal bulu tangkis putra Asian Games ke-18 di Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018. Nama Jojo menjadi viral setelah aksi selebrasinya diperbincangkan netizen. AP/Achmad Ibrahim

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua peraih medali emas Asian Games 2018, Jonatan Christie dan Christopher Rungkat, mendapat tambahan bonus dari sponsor. PT Amerta Indah Otsuka, yang memproduksi Pocari Sweat, memberikan penghargaan berupa uang tunai masing-masing Rp100 juta.

    Baca juga: Pakai Bonus buat Bangun Masjid di Lombok, Jonatan Christie Dipuji

    "Kami, Pocari Sweat, sebagai partner resmi Asian Games 2018 sangat bangga kepada para atlet yang sudah meraih medali dan mengharumkan nama Indonesia," kata Presiden Komisaris PT Amerta Indah Otsuka Roy Sparingga di Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

    Menurut dia, Christopher Rungkat atau Kristo dan Jonatan Christie atau Jojo sengaja dipilih sebagai penerima penghargaan itu karena sebelumnya Pocari Sweat telah lebih dulu menjalin kemitraan dengan kedua atlet tersebut.

    "Jauh sebelum perhelatan Asian Games 2018 dimulai, kira-kira satu tahun, Pocari Sweat dengan Kristo dan Jojo sudah menjalin persahabatan. Mereka sudah berhasil menyumbang medali emas, makanya sekarang kami ingin memberikan penghargaan," ujar Roy.

    Jonatan Christie  akan mengikuti turnamen bulu tangkis Jepang Open pada 11-16 September. Setelah itu ia juga akan tampil di Korea Open pada 24-30 September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.