Minggu, 18 November 2018

Langsung Kandas di Jepang Open, Apa Kata Jonatan Christie?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie. (badmintonindonesia.org)

    Pemain bulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, langsung kalah di babak pertama turnamen bulu tangkis Jepang Open 2018. Dalam pertandingan di Tokyo, Selasa, 11 September 2018, peraih emas Asian Games 2018 ini takluk dari pemain India, Prannoy HS, dengan skor 18-21, 17-21.

    Baca juga: Kalah di Jepang, Jojo Jonatan Christie Turun di Cina dan Korea

    Jonatan mengaku kecewa gagal melaju. "Sebenarnya di awal game, mainnya cukup enak, saya bisa keluarkan stroke nya dengan baik. Di akhir game, saya dua-tiga kali buang kesempatan di saat krusial. Harusnya berani adu di depan net. Di game kedua, saya masih terpikir soal game pertama. Sayang sekali di game pertama sudah unggul tapi tidak bisa menyelesaikan, " ujar dia seusai pertandingan.

    Ia melanjutkan, "Kecewa itu pasti, saya belum bisa menunjukkan yang terbaik di turnamen BWF tour, dalam beberapa turnamen terakhir, selesai di babak 16 besar, dibilang kecewa ya kecewa. Apalagi di Jepang ini saya kurang beruntung. Tahun lalu setelah final di Korea Open, di Jepang langsung kalah di babak pertama juga. Mudah-mudahan saja tahun depan dan tahun 2020 bisa lebih baik."

    Ia mengakui, persiapan yang mepet cukup berpengaruh. "Soal persiapan yang agak mepet, ya sebenarnya pasti ada pengaruhnya, karena persiapan kami cuma seminggu. Ya ini dijadikan pelajaran saja, saya harus lebih mempersiapkan diri, pertandingannya kan banyak," kata Jonatan lagi.

    Meski Jonatan kandas, Indonesia masih memiliki wakil di tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting mengamankan satu tempat di babak kedua dengan mengalahkan unggulan kedelapan, Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 21-14, 21-15. "Saya bisa memegang kendali dari awal permainan sampai akhir, sementara lawan tidak langsung in ke permainan. Bola-bola pengembaliannya tidak seakurat di pertemuan kami sebelumnya," ucap Anthony.

    Menurut dia, kunci keberhasilannya adalah terus menekan lawan. "Kunci utama hari ini adalah fokus dan tidak memberi kesempatan sama sekali kepada lawan untuk bangkit. Lawan bukan pemain menyerang, biasanya pemain reli akan menunggu saya salah mengarahkan bola. Antisipasinya ya jangan melakukan kesalahan sendiri. Kalau buat salah, misalnya pengembalian tanggung, harus siap dengan serangan lawan," kata Anthony.

    Satu wakil Indonesia lain di Jepang Open ini, Tommy Sugiarto, juga langsung kandas. Ia kalah di tangan Chen Long (Cina), dengan skor 21-12, 17-21, 14-21.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.