Jumat, 21 September 2018

Tarik Rem Lawan, Izin Balap Romano Fenati Dicabut

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Romano Fenati menarik handel rem Stefano Manzi.

    Aksi Romano Fenati menarik handel rem Stefano Manzi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi balap motor Italia, FMI, menjatuhkan hukuman larangan tampil dan mencabut izin balap pembalap Moto2 Romano Fenati menyusul tindakannya yang menggemparkan dunia balap sedunia.

    Sebelumnya, lantaran menarik tuas rem sepeda motor pesaingnya di tengah balapan GP San Marino pada 9 September lalu, Fenati sudah diputus kontrak dari timnya Marinelli Snipers serta kehilangan kontraknya di MV Agusta untuk musim depan.

    Baca: Video Aksi Gila Fenati dalam Balapan Moto2: Tarik Rem Lawan

    "Romano Fenati dilarang mengikuti aktivitas balap apapun sebagai konsekuensi atas pencabutan izin balapnya," demikian pernyataan resmi FMI yang dikeluarkan pada Selasa. Bahkan larangan tampil itu tidak menyebutkan durasi hukuman.

    Fenati juga diminta memenuhi undangan permintaan keterangan dari komisi disiplin FMI pada Jumat, 14 September 2018.

    Akibat tindakannya itu Fenati segera didiskualifikasi di tempat dan dilarang mengikuti dua balapan berikutnya lantaran kedapatan menarik tuas rem tunggangan Stefano Manzi dalam kecepatan 200 km/jam.

    Fenati sempat meminta maaf atas insiden tersebut pada Senin, menyebutnya sebagai tindakan memalukan, lantas sehari berselang ia mengatakan kepada media Italia berencana melanjutkan pendidikannya.

    "Sekarang, saya akan kembali ke sekolah. Dengan kepala dingin, saya katakan tidak akan membalap lagi, namun saya tidak bisa meramalkan situasi saya lima tahun lagi," kata Fenati. "Saat ini, saya hanya mau melupakan itu semua."


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.