Jumat, 21 September 2018

Obor Asian Para Games 2018 di Bangka, Start dari Jembatan Emas

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Para Games, Jaenal Aripin (tengah), bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) membawa lentera api dalam Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

    Atlet Para Games, Jaenal Aripin (tengah), bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) membawa lentera api dalam Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Pelaksanaan torch relay atau kirab api obor Asian Para Games 2018 di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan dimulai di Jembatan Emas, Kota Pangkalpinang, 26 September mendatang.

    Baca: Kemenpora Targetkan Peringkat Ke-7 di Asian Para Games 2018

    Jembatan ikonik dengan konstruksi kabel, sistem bascule, dan dipercantik dengan lampu LED tersebut telah menjadi identitas pembangunan pariwisata di Bangka Belitung. Saat ini, proses pengamanan torch relay tersebut mulai disiapkan.

    Baca: Bukan dari Solo, Start Obor Asian Para Games Dimulai di Ternate

    Direktur Lalu Lintas Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Dwi Asmoro mengatakan pihaknya mengerahkan 500 personel gabungan untuk mengamankan torch relay Asian Para Games 2018 dengan rute Jembatan Emas, Jalan Depati Hamzah, Jalan Mayor Syafrie Rahman, dan berakhir di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang.

    "Jarak tempuh torch relay ini kurang-lebih 15 kilometer. Sistem pengamanan tetap maksimal, dilakukan agar berjalan dengan baik. Pengamanan maksimal ini sama dengan perlakuan pengamanan Asian Games lalu. Tidak ada beda antara Asian Games dengan Asian Para Games. Kita sangat serius melakukan pengamanan demi suksesnya event tersebut," ujar Dwi kepada wartawan di Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung, Rabu, 12 September 2018.

    Dwi menuturkan, saat pelaksanaan torch relay nanti, pihaknya hanya mengalihkan arus dengan sistem tutup-buka sementara. Beberapa personel pengamanan, kata dia, akan ditempatkan di ruas-ruas jalan yang dilewati obor Asian Para Games.

    "Pada saat torch relay melewati Jalan Depati Hamzah, kendaraan yang akan lewat dari arah Air Itam kita belokkan ke arah kiri menuju jalur lain. Sedangkan kendaraan yang melalui Jalan Depati Hamzah, dari simpang empat lampu merah Semabung, tetap bisa melewati jalan tersebut. Sistem buka-tutup ini hanya sementara saja," ucapnya.

    Dwi mengatakan pihaknya juga akan mengirimkan sejumlah personel dan kendaraan pengawalan untuk membantu pengamanan Asian Para Games, yang dikoordinasikan ke Polda Metro Jaya. Pengiriman personel dan kendaraan pengawalan tersebut rencananya dilakukan pada 25 September mendatang.

    "Pelaksanaan Asian Para Games diprediksi akan meningkatnya jumlah transportasi. Dari informasi yang kita terima, setidaknya butuh 450 unit kendaraan pengawalan. Khusus Polda Bangka Belitung, kita mengirimkan 10 unit kendaraan pengawalan yang terdiri atas sepeda motor dan mobil," tuturnya.

    Budayawan dan tokoh pemerhati sosial Bangka Belitung, Ahmadi Sopian, mengapresiasi kepolisian yang sangat serius dan maksimal dalam mengawal torch relay Asian Para Games 2018.

    Dia pun mengajak seluruh masyarakat menyukseskan pelaksanaan torch relay dan Asian Para Games sekaligus mendoakan para atlet Indonesia agar bisa berprestasi mengharumkan nama bangsa.

    Baca: Asian Para Games 2018: Para Atlet Memburu Emas

    "Asian Para Games merupakan event yang penting bagi bangsa. Dipilihnya Kota Pangkalpinang sebagai daerah yang dilewati obor Asian Para Games menjadi momentum kita untuk menyukseskannya. Sekaligus juga menunjukkan masyarakat Bangka Belitung yang memiliki semangat toleransi dan cinta Tanah Air yang tinggi," ujarnya.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.