Jumat, 21 September 2018

Kalah di Jepang, PBSI: Jonatan Christie Bangkit di Cina dan Korea

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Indonesia, Jonatan Christie, berusaha mengembalikan bola ke arah lawannya dalam final bulu tangkis tunggal putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Atlet Indonesia, Jonatan Christie, berusaha mengembalikan bola ke arah lawannya dalam final bulu tangkis tunggal putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia hanya berhasil mengirimkan satu wakil ke babak kedua di nomor tunggal putra turnamen bulu tangkis Japan Open 2018, Rabu, 12 September 2018. Setelah Jonatan Christie, kalah, hanya Anthony Sinisuka Ginting yang melaju setelah menaklukkan wakil Hong Kong, Angus Ng Ka Long.

    Baca juga: Kalah di Jepang, Jojo Jonatan Christie Turun di Cina dan Korea

    Pemain  Indonesia lain Tommy Sugiarto juga terhenti di babak pertama. Tommy gagal melewati hadangan unggulan keenam asal Cina Chen Long, sementara Jonatan dikalahkan Prannoy HS asal India.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia, Susy Susanti mengatakan,  kekalahan itu akibat minimnya persiapan yang menimpa pemain Indonesia, khususnya yang dialami Jonatan pasca menjadi juara di Asian Games 2018 lalu.

    "Saya melihat yang masih kurang di sini adalah fokusnya. Sulit juga dengan waktu persiapan hanya sekitar seminggu. Kita tak bisa bohong kalau ada faktor kelelahan pasca Asian Games," ujar Susy saat dihubungi Tempo.

    Susy mengatakan hasil yang dialami Jojo, sapaan akrab Jonatan, tidak terlalu mengejutkan. Persiapan minim ini dia nilai sangat berpengaruh pada kesiapan atlet untuk bertanding. Apalagi Jojo menjadi juara di Asian Games 2018 dengan memecahkan berbagai ekspektasi.

    "Namun (turnamen) ini kan bagaimanapun harus diikuti kalau tak ada hambatan yang benar-benar mendesak. Dulu kita masih bisa pilih-pilih turnamen (yang akan diikuti), tapi sekarang harus diikuti semua. Kalau tidak kami yang kena denda," kata Susy.

    Susy mengatakan di dua turnamen berikutnya, China Open dan Korea Open 2018, Jojo dapat memperbaiki performanya. Waktu persiapan yang sedikit panjang karena telah tersingkir di babak pertama Japan Open ini diharapkan dapat membuat Jojo lebih fokus dan siap menghadapi dua turnamen berikutnya, yang hanya berjeda dua hari dari tiap turnamennya.

    "Sekarang pun Jonatan Christie tetap berlatih di sini (Jepang). Memang kami selalu minta waktu berlatih. Semoga ada perbaikan performa dari dia (Jojo), khususnya di fokus dan penerapan strategi bermain," kata Susy.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.