Selasa, 11 Desember 2018

Lomba Lari Mekaki Marathon, Digelar untuk Bangkitkan Lombok

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lomba lari Mekaki Marathon 2018 akan digelar untuk memberi dukungan terhadap korban gempa Lombok. (istimewa)

    Lomba lari Mekaki Marathon 2018 akan digelar untuk memberi dukungan terhadap korban gempa Lombok. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lomba lari Blibli Mekaki Marathon 2018 akan segera digelar untuk kedua kalinya pada tanggal 28 Oktober 2018 mendatang di Pantai Mekaki, Sekotong, Kab. Lombok Barat.

    Sebagai salah satu event sportourism, Blibli Mekaki Marathon 2018 digelar untuk menarik wisatawan agar dapat menikmati keindahan alam Lombok Barat sekaligus perlombaan lari.

    “Event tahun lalu memberikan dampak besar terhadap pengembangan wisata di kawasan Sekotong Lombok Barat. Selain menumbuhkan ekonomi masyarakat, juga adanya perbaikan infrastruktur wisata, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat setempat terhadap sektor pariwisata,” ujar Fauzan Khalid, Bupati Lombok Barat.

    Meski dirundung duka pasca gempa, Pemerintah Lombok Barat tetap bersemangat menggelar Blibli Mekaki Marathon 2018. Pemda Lombok Barat berharap dengan adanya event ini masyarakat Lombok ,khususnya Lombok Barat dapat bangkit kembali.

    “Pariwisata, ekonomi dan mental masyarakat Lombok kita harapkan dapat kembali bangkit dan menunjukkan semangat tidak menyerah melalui event ini,” imbuh Fauzan Khalid.

    Untuk informasi lengkap ajang ini dapat dilihat di situs web resminya mekakimarathonofficial.com.

    Pendaftaran lomba lari Blibli Mekaki Marathon 2018 di Lombok bisa langsung menuju ke OMBRE Body Fit and Food Jln. Teguh Rafil Hamdani (Ruko Samping Perumahan Royal Kenari) Kel. Karang Pule, Kec. Sekarbel Kota Mataram.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.