MMA: McGregor Tak Kena Sanksi, Hanya Disarankan Istirahat Sebulan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khabib Nurmagomedov mencekik Conor McGregor dalam pertarungan UFC 229 di T-Mobile Arena, Ahad WIB, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    Khabib Nurmagomedov mencekik Conor McGregor dalam pertarungan UFC 229 di T-Mobile Arena, Ahad WIB, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Conor McGregor dilarang tampil di arena MMA selama sebulan setelah kalah dari Khabib Nurmagomedov dalam laga perebutan gelar kelas ringan UFC di Las Vegas pada Sabtu 6 Oktober 2018.

    Pelarangan tersebut didasarkan pada alasan medis, karena McGregor kalah tap out, menyerah karena tak mampu melawan akibat kuncian lawan. McGregor dilarang tampil di arena hingga 6 November mendatang, sekaligus tidak boleh menjalani latihan hingga 28 Oktober.

    Baca: MMA: Gelar Juara Khabib Nurmagomedov Terancam Dicabut

    Artinya, petarung asal Irlandia itu harus beristirahat total dan tidak boleh melakukan aktivitas yang berkaitan dengan MMA selama masa pemulihan.

    Larangan yang dikeluarkan oleh UFC tersebut adalah hal biasa yang diberlakukan bagi petarung MMA yang menyerah kalah.

    Baca: MMA: 4 Kekalahan dalam Karier Conor McGregor, Lihat Videonya

    Meskipun kalah, McGregor mendapatkan bayaran yang jauh lebih besar ketimbang Khabib. Menurut kabar, McGregor dibayar sekitar Rp 900 miliar, jauh lebih banyak dibandingkan Khabib yang mendapatkan Rp 30-an miliar.

    Khabib bernasib lebih sial karena meskipun menang, dia dikenai banyak sanksi akibat menyulut kerusuhan pasca pertarungan setelah menyerang kubu McGregor.

    Baca: MMA: Rematch Khabib Vs McGregor Mungkin di Irlandia? Ini Kata UFC

    Petarung MMA asal Rusia itu terancam larangan tampil di Amerika Serikat, bayaran Khabib juga ditakan Komisi Atletik Nevada plus harus membayar denda yang tidak sedikit. Gelar juara kelas ringan yang disandangnya juga terancam dicabut oleh UFC.

    BBC | MMA MANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.