Selasa, 11 Desember 2018

Presiden Jokowi Hadiri Final Angkat Berat Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ni Nengah Widiasih bersiap melakukan angkatan dalam babak final Women's Up to 41 kg group A para powerlifting Asian Para Games 2018 di  Jakarta, Ahad, 7 Oktober 2018. Pada angkatannya yang kedua, Nengah gagal mengangkat beban seberat 101 kilogram, begitu pula pada angkatannya yang ketiga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ni Nengah Widiasih bersiap melakukan angkatan dalam babak final Women's Up to 41 kg group A para powerlifting Asian Para Games 2018 di Jakarta, Ahad, 7 Oktober 2018. Pada angkatannya yang kedua, Nengah gagal mengangkat beban seberat 101 kilogram, begitu pula pada angkatannya yang ketiga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Jakarta, Tempo.co - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menghadiri partai final pertandingan angkat berat Asian Para Games 2018 Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu.

    Jokowi tiba di lokasi pada pukul 11.45 WIB atatu 15 menit sebelum lomba untuk kelas 73 dan 79 kilogram berlangsung. Dua atlet Indonesia berkesempatan disaksikan langsung oleh Jokowi, mereka adalah Nurtani Purba dan Siti Mahmudah.

    Baik Nurtani maupun Siti menghadapi lawan berat atlet dari Cina. Nurtani di 73 kilogram berhadapan dengan Miaoyu Han, sedangkan Siti melawan Lili Xu.

    Jokowi datang bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Ketua Umum Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari.

    Sebelumnya di cabang olahraga ini Indonesia sudah mendapatkan dua medali dari Asian Para Games ini. Satu medali perak dan satu perunggu. Medali perak disumbangkan oleh Ni Nengah Widiasi di kelas 41 kilogram dengan catatan beban terbaik seberat 97 kilogram. Medali perunggu diraih oleh Rani Puji Astuti yang berhasil mengangkat beban seberat 92 kilogram di kelas 55 kilogram.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.