Peserta Berharap Lomba Lari Marathon Jakarta City Tetap Digelar

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jan Arthur (kiri), peserta Jakarta Marathon 2017, yang sempat terserempet mobil, memilih terus berlomba hingga finis, 29 Oktober 2017.(istimewa)

    Jan Arthur (kiri), peserta Jakarta Marathon 2017, yang sempat terserempet mobil, memilih terus berlomba hingga finis, 29 Oktober 2017.(istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peserta Lomba Lari Marathon, Mandiri Jakarta City Marathon 2018, Yasha Chatib, berharap panitia tidak membatalkan ajang lari tersebut. Ia tidak mempersoalkan bila panitia harus memastikan kesiapan dan kenyamanan rute. "Saya inginnya terjadi (digelar) saja," kata Yasha kepada Tempo, Ahad, 21 Oktober 2018.

    Baca: Mandiri Jakarta City Marathon Mendadak Dibatalkan, Peserta Kecewa

    Co-founder IndoRunners itu menilai pembatalan lomba lari maraton merupakan hal lumrah terjadi. Ia mengatakan hal itu bisa terjadi kapan saja. Meski demikian, untuk memuaskan para pelari yang sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, Yasha berharap panitia hanya menunda waktu pelaksanaan dan tetap menggelarnya.

    Sebelumnya, Bank Mandiri menjadwal ulang penyelenggaraan Mandiri Jakarta City Marathon 2018. Semula panitia menjadwalkan lomba digelar pada Ahad,21 Oktober 2018 di kawasan Monumen Nasional. Pembatalan disampaikan tiga hari sebelum event digelar.

    Dalam siaran persnya, Vice President Corporate Communication Bank Mandiri Maristella Tri Haryanti menyebut pembatalan dilakukan karena ingin memastikan kondisi rute baik dan nyaman bagi pelari. Pasalnya, ada lebih dari 9.500 peserta dari dalam dan luar negeri yang sudah mendaftar. Namun, tidak ada kepastian kapan lomba akan bergulir lagi. "Untuk mendapatkan rute atau jalan yang baik, maka penjadwalan ulang ini perlu dilakukan," kata Maristella.

    Lebih lanjut, kendati ada peserta yang kecewa dan belum menerima alasan pembatalan, tapi Yasha memilih berpikir positif. Menurut dia, persiapan yang matang diperlukan agar pelaksanaan lomba berjalan lancar. Salah satu yang amat penting menjadi perhatian ialah masalah keamanan jalur dan kenyamanan lomba.

    Menanggapi adanya dua pelaksanaan maraton yang berselang hanya sepekan, Yasha menyatakan, hal itu tidak bermasalah. Menurut dia, dengan adanya dua ajang maraton publik mempunyai pilihan untuk mengikuti lomba yang diharapkan. "Kami mengapresiasi pihak manapun yang menyelenggarakan acara (maraton)," kata dia.

    Selain Mandiri Jakarta City Marathon 2018, ajang lari serupa, yakni Electric Jakarta Marathon direncanakan digelar pada Ahad, 28 Oktober 2018.

    Ke depan, Yasha mengatakan, sebaiknya pihak berwenang dan penyelenggara bisa duduk bersama agar ajang lomba tidak dilaksanakan dalam rentang waktu yang pendek. Menurut dia, idealnya pelaksanaan lomba dilakukan berselang enam bulan bila dilakukan di satu kota yang sama. Hal itu diperlukan agar para penggemar lari yang ingin mengikuti dua acara mempunyai waktu yang cukup untuk pemulihan. "Enaknya sih ada jarak pelaksanaan," ucapnya.

    Baca: Lari Maraton Bank Mandiri di Jakarta Diundur, Ini Kata Sandiaga

    Peserta Jakarta City Marathon lainnya, Ali Ahmad, menyayangkan pembatalan yang dilakukan secara mendadak. Mestinya, kata dia, panitia mengumumkan jauh-jauh hari bila akan membatalkan lomba. "Soalnya sudah banyak peserta yang mengambil race pack collection (kelengkapan lomba)," kata dia. 

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.