French Open 2018 Dimulai, Marcus / Kevin Berpeluang Juara

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, mengembalikan pukulan lawannya, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, dalam pertandingan final Denmark Open 2018 di Odense, Denmark, 21 Oktober 2018. Ritzau Scanpix/Claus Fisker/via REUTERS.

    Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, mengembalikan pukulan lawannya, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, dalam pertandingan final Denmark Open 2018 di Odense, Denmark, 21 Oktober 2018. Ritzau Scanpix/Claus Fisker/via REUTERS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah tampil di turnamen bulu tangkis Denmark Open 2018, para pemain Indonesia akan tampil di kejuaraan Prancis Terbuka atau French Open 2018 yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, mulai Selasa ini, 23 Oktober.

    Tahun lalu Indonesia meraih dua gelar dari French Open 2018 lewat kemenangan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

    Baca: Sudah Raih 7 Gelar Juara Tahun Ini, Marcus / Kevin Belum Puas

    Kali ini sektor ganda putra memiliki peluang terbesar untuk merebut gelar di turnamen yang baru naik level menjadi super 750 ini. Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berpeluang untuk meraih gelar beruntun setelah pekan lalu mereka menjadi juara di Denmark Open 2018.

    Aryono Miranat, Asisten Kepala Pelatih PBSI, menilai ada beberapa hal harus diperbaiki Marcus/Kevin. "Walaupun kemarin berhasil dapat gelar juara, tapi dari penampilan Kevin/Marcus juga perlu ada yang dievaluasi dan ditingkatkan lagi supaya bisa dapat hasil maksimal di French Open," kata dia.

    Hal sama juga berlaku bagi pasangan ganda lainnya. "Di Demark Open, pasangan Wahyu (Nayaka AP)/Ade (Yusuf Santoso) dan Berry (Angriawan)/Hardianto masih tampil kurang maksimal. Sebenarnya mereka masih bisa mengembangkan permainan lagi, itu yang harus dicari sebabnya dan diperbaiki kenapa," kata Aryono.

    Ia menyatakan persiapan di French Open kurang lebih sama dengan turnamen lain, yang penting atlet bisa jaga kondisi, makan istirahat dan tetap fokus saja. "Shuttlecock yang dipakai di turnamen ini beda lagi, jadi mungkin bisa lain juga pola mainnya," kata Aryono.

    Indonesia mengirim tiga wakil ganda putra ke turnamen ini. Selain Kevin/Marcus, ada pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun sayang Fajar/Rian terpaksa mundur.

    "Fajar/Rian karena absen di Denmark dan French Open, mereka harus kejar poin ke world tour final, jadi mereka akan ikut empat turnamen sekaligus di China, Hong Kong, India dan Korea," kata Aryono.

    Untuk mengganti poin yang hilang di turnamen Denmark Open dan French Open, Fajar/Rian rencananya akan mengikuti empat turnamen beruntun demi mengejar poin ke World Tour Finals di Guangzhou, Cina, pada Desember mendatang. Keempat turnamen tersebut adalah Fuzhou China Open 2018, Hong Kong Open 2018, Syed Modi International Badminton Championships 2018, serta Korea Masters 2018.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.