Piala AFC U-19: Kisah Nurhidayat dan Pertahanan Timnas U-19

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Timnas Indonesia U19 Nurhidayat Haji Haris (kanan) berebut bola di udara dengan pesepak bola Timnas Yordania U19 Hadi Omar Ahmed dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur,  Sabtu, 13 Oktober 2018. Satu gol lain datang dari gol bunuh diri pemain Jordania. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pesepak bola Timnas Indonesia U19 Nurhidayat Haji Haris (kanan) berebut bola di udara dengan pesepak bola Timnas Yordania U19 Hadi Omar Ahmed dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Sabtu, 13 Oktober 2018. Satu gol lain datang dari gol bunuh diri pemain Jordania. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Agar dapat lolos ke perempat final Piala AFC U-19 2018 sebagai salah satu dari dua tim terbaik grup, timnas U-19 Indonesia harus menaklukkan lawannya di laga pamungkas Grup A, Uni Emirat Arab (UEA) pada hari ini, Rabu 24 Oktober.

    Indonesia mau tak mau harus menang karena sistem pemeringkatan Piala AFC U-19 2018 berdasarkan pada "head to head". Saat ini, Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, persis di bawah Qatar yang juga berpoin tiga tetapi unggul head to head dari skuat berjuluk Garuda Nusantara.

    UEA bertengger di puncak klasemen dengan mengumpulkan enam poin dari dua laga. Tim terakhir, Taiwan, menduduki posisi keempat klasemen dengan nol poin dari dua laga. Namun, laga kontra UEA tentu tidak akan mudah karena tim asuhan Ludovic Batelli dipastikan bertarung dengan sepenuh hati. Pasalnya, kalau mereka ditaklukkan Indonesia, peluang lolos bisa tertutup.

    Baca: Profil Todd Rivaldo Ferre, Bintang Timnas U-19 Indonesia

    UEA diperkirakan kembali menurunkan barisan pemain terbaiknya untuk menggedor pertahanan Indonesia yang tampak rapuh dan sudah kebobolan tujuh gol dari dua laga Piala AFC U-19 2018.

    Berbeda dengan Indonesia, UEA merupakan salah satu tim dengan pertahanan terbaik di turnamen, baru kemasukan dua gol. Dan, sebelum laga pamungkas grup, UEA merupakan tim tersubur di Piala AFC U-19 2018 dengan membuat 10 gol, di mana delapan gol di antaranya mereka ciptakan ke gawang Taiwan.

    Untuk urusan menyerang, sejatinya Indonesia tidak kalah dan produktivitasnya hanya lebih sedikit dua gol dari UEA. Pertahanan tim yang ditangani Indra Sjafri inilah yang perlu dikhawatirkan.

    Berkaca dari dua laga Grup A, menghadapi Taiwan dan Qatar, timnas U-19 Indonesia kerap kebobolan gol yang seharusnya mampu diantisipasi dengan mudah. Jika boleh menunjuk, dalam dua pertandingan itu bek tengah sekaligus kapten Nurhidayat Haji Haris keliru membaca arah bola yang memberikan keuntungan bagi lawan.

    Baca: Timnas U-19 Indonesia Vs UEA, Indra Sjafri Yakin Egy Cs Bangkit

    "Setelah membuat kesalahan, Nurhidayat berusaha menebus kekeliruannya dan itu justru membuatnya keluar dari permainan tim. Kami pun kebobolan lagi di babak pertama dan saya menggantinya di paruh kedua," tutur pelatih timnas U-19, Indra Sjafri tentang penampilan Nurhidayat usai melawan Qatar.

    Nurhidayat Haji Haris bukanlah bek "kacangan". Dia merupakan pemain reguler di tim Liga 1 Indonesia, Bhayangkara FC dan menjadi alasan mengapa juara bertahan Liga 1 tersebut kini berada di empat besar klasemen sementara musim 2018.

    Artinya, menghadapi UEA, timnas U-19 Indonesia harus dapat menjaga semangat dan fokus. Ketika ada anggota tim yang membuat kesalahan, pemain lain mesti bisa mengangkat moral si pesepak bola yang pastinya dipenuhi rasa bersalah dan kembali lagi ke pertandingan sebagai sebuah kesebelasan yang utuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.