Selasa, 13 November 2018

Menpora Dorong Promosi Pencak Silat Menuju Olimpiade 2032

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda putri pencak silat Indonesia Ni Made Dwi Yanti dan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari saat berlaga di final nomor ganda putri seni bela diri pencak silat di Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu 29 Agustus 2018. Ni Made Dwi Yanti dan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari mendapat point 574. TEMPO/Subekti.

    Pasangan ganda putri pencak silat Indonesia Ni Made Dwi Yanti dan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari saat berlaga di final nomor ganda putri seni bela diri pencak silat di Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu 29 Agustus 2018. Ni Made Dwi Yanti dan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari mendapat point 574. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi melakukan kunjungan kerja ke Belanda, Prancis, dan Swiss memromosikan olahraga pencak silat sebagai persiapan "Road to Olympic Games" dan "Indonesia's Sport Branding" menuju Olimpiade 2032.

    Di Belanda, Menpora mengadakan pertemuan dengan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Sekretaris Jenderal Persilat, Teddy Suratmadji, dan Asisten Deputi Industri dan Promosi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sandi Suwardi Hasan.

    Selain itu, juga menemui Presiden Federasi Pencak Silat Belanda (Nederlandse Pencak Silat Federatie/ NPSF), Olivier Blancquaert serta perwakilan KBRI London, demikian Minister Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Denhaag, Renata Siagian kepada Antara di London, Kamis 25 Oktober 2018.

    Baca: Indonesia Tunjuk Belanda Sebagai Pusat Pencak Silat Eropa

    Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja berharap pencak silat dapat tumbuh subur di Belanda. "Saya rasa slogan tak kenal maka tak sayang sangat tepat diterapkan di Belanda," katanya.

    Ia berharap kerja sama antara Kemenpora, Persilat, KBRI Den Haag, dan NPSF semakin berkembang guna menumbuhkembangkan pencak silat di Belanda. "Mudah-mudahan tahun depan akan lebih banyak kegiatan NPSF yang didukung Kemenpora," ucapnya.

    Presiden NPSF, Olivier Blanchet mengatakan hingga saat ini ada 40 perguruan pencak silat di Belanda yang bergabung dengan NPSF. Tahun depan diperkirakan akan bertambah menjadi 50-60 perguruan.

    Dikatakannya NPSF berkeinginan menggelar European Pencak Silat Championship. Untuk itu ia berharap dukungan dari Kemenpora dan Persilat, serta KBRI Den Haag untuk mewujudkan mimpi besarnya itu.

    Sementara itu, dalam presentasinya bertajuk "Pencak Silat Towards Olympics 2028", Teddy Suratmadji memaparkan pencak silat Indonesia dan rencana serta upaya menjadikannya sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

    Tahun ini, cabang olahraga pencak silat untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games. Dari 30 medali emas yang diperebutkan, 14 diraih Indonesia dan sekarang pencak silat resmi masuk dalam Olympic Council of Asia.

    Baca: Menpora Dukung Langsung Atlet Indonesia di Youth Olympic Games

    Berjayanya Indonesia di Asian Games 2018 untuk cabang olahraga pencak silat akhirnya dijadikan langkah awal agar cabang olahraga ini bisa dipertandingkan di ajang olahraga multieven sekelas Olimpiade.

    Teddy mengatakan Indonesia akan mendaftarkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Dengan demikian, diharapkan pencak silat akan hadir di Olimpiade 2032. "Itu adalah tujuan utama kami," ucapnya.

    Sementara itu, dalam sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengapresiasi berbagai pihak yang turut berjuang membesarkan pencak silat di Eropa.

    "Misi ini tidak akan berhenti. Kami akan terus mendukung upaya-upaya agar pencak silat dapat diterima dan dicintai masyarakat Eropa," katanya.

    Menpora menekankan ia dan jajarannya akan menyusun rencana mengundang negara-negara Eropa yang belum punya federasi pencak silat ke Indonesia.

    Perwakilan dari negara-negara itu akan ditempatkan di berbagai padepokan pencak silat di Indonesia selama sebulan atau lebih untuk mempelajari segala hal mengenai seni bela diri tersebut. Dan, ketika pulang diharapkan mereka mengembangkan pencak silat di negara masing-masing.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.