Usia ke-54, Tapak Suci Beri Gelar ke Ketua Umum PP Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat dikukuhkan menjadi pendekar utama kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, 11 Februari 2018. Saat dikukuhkan, Anies mengenakan pakaian silat warna merah dan rompi hitam khas Tapak Suci. Ia memadukan penampilannya dengan peci warna hitam, tanpa alas kaki. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat dikukuhkan menjadi pendekar utama kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, 11 Februari 2018. Saat dikukuhkan, Anies mengenakan pakaian silat warna merah dan rompi hitam khas Tapak Suci. Ia memadukan penampilannya dengan peci warna hitam, tanpa alas kaki. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta: Perguruan seni beladiri pencak silat Tapak Suci memberikan gelar gelar Pendekar Kehormatan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Pura Pakualaman, Yogyakarta, Sabtu 27 Oktober 2018.

    Pemberian gelar itu dilakukan bersamaan dengan pelantikan pengurus Perguruan Tapak Suci periode 2018-2023 yang menetapkan kembali Afnan Hadikusumo sebagai Ketua Umum.

    Selain memberikan gelar kepada Nashir, Tapak Suci juga memberikan anugerah warga kehormatan bagi Wakil Gubernur DIY sekaligus raja Kadipaten Puro Pakualaman, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Paku Alam X.

    Ketua Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, menuturkan pemberian gelar pendekar kehormatan bagi Haedar Nashir karena sudah menjadi tradisi dalam Tapak Suci.

    “Setiap Ketua Umum PP Muhammadyah selalu kami anugerahkan pendekar kehormatan sebagai bentuk apresiasi kami,” ujar Afnan.

    Afnan menuturkan perbedaan gelar kehormatan yang diberikan bagi Ketua Umum Muhammadyah dan wakil gubernur DIY hanya soal hak suara dalam organisasi. “Intinya sama, penghormatan tertinggi kepada kedua tokoh itu,” ujarnya.

    Menurut Afnan kedua tokoh yang diberi gelar kehormatan itu juga memiliki kontribusi penting bagi perkembangan Tapak Suci selama berkiprah di Indonesia khususnya di DIY. Afnan menambahkan, pencak silat bagi Tapak Suci tidak hanya sebagai ajang olahraga saja namun juga wahana dakwah sekaligus mengawal NKRI.

    “Di usia 54 tahun ini, Tapak Suci Putera Muhammadiyah terus berkembang tak hanya di nusantara saja namun juga beberapa negara seperti Prancis, Belgia, Belanda, Mesir Yordania hingga wilayah Asia Tenggara,” ujar Afnan.

    Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengaku sangat terhormat dan mengapresiasi dengan gelar yang diberikan untuknya tersebut. “Kami juga berdoa semoga Tapak Suci senantiasa menjadi ruang untuk anak bangsa mengembangkan diri dan melatih mental dan mengukir prestasi bangsa,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?