Selasa, 13 November 2018

MotoGP Australia: Vinales Bawa Yamaha Juara, Marquez Gagal Finis

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, merayakan kemenangannya dalam MotoGP Australia di Sirkuit Grand Prix Phillip Island, Phillip Island, Australia, Ahad, 28 Oktober 2018. Vinales menang dengan catatan waktu 0:40:51.081. REUTERS/Brandon Malone.

    Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, merayakan kemenangannya dalam MotoGP Australia di Sirkuit Grand Prix Phillip Island, Phillip Island, Australia, Ahad, 28 Oktober 2018. Vinales menang dengan catatan waktu 0:40:51.081. REUTERS/Brandon Malone.

    TEMPO.CO, Jakarta - Maverick Vinales memenangi balap MotoGP Australia yang digelar di Sirkuit Phillip Island pada Minggu, 28 Oktober 2018.

    Vinales yang start dari grid kedua diuntungkan oleh kegagalan Marc Marquez meneruskan lomba karena motornya rusak akibat bersenggolan dengan Johann Zarco.

    Baca: MotoGP Australia: Cal Crutchlow Alami Patah Kaki

    Vinales mulai memimpin setelah Marquez tersingkir di lap awal balapan. Pembalap tim pabrikan Yamaha itu tak tersaingi hingga menyentuh garis finis.

    Podium kedua dan ketiga ditempati pembalap Suzuki, Andrea Iannone, dan Andrea Dovizioso dari Ducati.

    Valentino Rossi hanya sanggup finis urutan keenam di belakang Alvaro Bautista, pembalap Ducati pengganti Jorge Lorenzo yang sedang cedera, serta Alex Rins di atas motor Suzuki.

    Baca: Menangi MotoGP Jepang, Marc Marquez Juara Dunia 2018

    Bagi Yamaha, kemenangan Vinales merupakan yang pertama sejak Rossi menang di MotoGP Belanda 2017. Selama musim balap 2018 hingga seri GP Jepang, Yamaha belum pernah menang.

    Sedangkan bagi Marquez, hasil buruk dalam MotoGP Australia ini tidak berpengaruh apa pun terhadap statusnya sebagai juara MotoGP 2018.

    FOX SPORTS | MOTOGP


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.