Atlet Pencak Silat Jerman Jalani Pemusatan Latihan di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pesilat Indonesia, Sugianto, saat tampil dalam babak final tunggal putra pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018. Sugianto berhasil meraih medali emas dengan poin 471. TEMPO/Subekti.

    Aksi pesilat Indonesia, Sugianto, saat tampil dalam babak final tunggal putra pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018. Sugianto berhasil meraih medali emas dengan poin 471. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 26 atlet Pencak Silat dari berbagai usia asal Perguruan Bongot Harimau Berlin Jerman menjalani training camp atau pemusatan latihan sekaligus berguru teknik serta hakekat silat dengan para pesilat tanah air di Yogyakarta.

    Baca: Menpora Dorong Promosi Pencak Silat Menuju Olimpiade 2032

    Dalam kegiatan bertajuk Camp Silat Pencak Wisata Budaya yang dimulai sejak 24 Oktober hingga 1 November 2018 dan bertempat di kawasan Ledok Sambu. Pakem, Sleman
    itu, para pesilat Jerman diajak belajar mengenai silat sebagai olahraga beladiri sekaligus seni.

    Arif Baskoro, pimpinan Tuntungan Project, komunitas yang menginisiasi training camp pesilat Jerman di Indonesia tersebut, mengatakan para pesilat dari Jerman merupakan para atlet yang selama ini kerap turun di kejuaraan mewakili negara maupun perguruan.

    Kegiatan itu dilangsungkan karena selama ini para pesilat di Eropa hanya mengetahui silat sebagai sebuah olahraga, namun kurang mengetahui hakekat silat yang juga memiliki akar seni ini.

    "Pesilat Jerman ini selama di Yogya akan diajak lebih mempelajari silat sebagai bagian seni dari daerah aslinya, Indonesia,” ujar Arif Minggu, 28 Oktober 2018.

    Adapun materi dan praktek diberikan oleh para pendekar yang berasal dari beberapa perguruan silat Indonesia seperti Tapak Suci, PS Asad, dan Khrisnurti. Arif menuturkan bahkan para peserta juga rela tidur di pinggir Kali Kuning dekat kawasan kamp karena materi yang diberikan sangat padat sejak pagi hingga malam hari.

    “Setiap hari ada latihan tiga kali sehari pagi, sore dan malam. Mereka sangat serius mengikuti, karena memang para pesilat ini adalah atlet di negaranya yang punya misi juara di Eropa," ujarnya.

    Chandrasa Sedyaleksana, vice president Pencak Silat Union Deutschland, menuturkan para pesilat yang turut dalam kegiatan itu dikenalkan silat secara lebih utuh, bukan sekedar aktivitas fisik. "Silat memiliki aspek spiritual, seni budaya, bela diri dan olahraga itu sendiri,” ujarnya.

    Baca: Yogyakarta Pencak Silat Championship 2018 Pecahkan Rekor MURI

    Dari kegiatan training camp yang melibatkan pesilat manca itu, diharapkan silat semakin dikenal masyarakat dunia. " Ketika silat makin dikenal diharapkan bisa mendorong silat masuk ke event multinasional seperti Olimpiade," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.