Angkat Besi Indonesia Ikuti Pra Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, melakukan angkatan snatch pada angkat besi kelas 62 kilogram Asian Games 2018 di JIExpo, Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. Eko Yuli Irawan berhasil menambah perolehan medali emas bagi Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Aksi lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, melakukan angkatan snatch pada angkat besi kelas 62 kilogram Asian Games 2018 di JIExpo, Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. Eko Yuli Irawan berhasil menambah perolehan medali emas bagi Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 lifter putra putri binaan PB PABBSI diterjunkan pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi yang sekaligus merupakan pra kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 di Ashgabat, Turkmenistan 1 -10 November 2018.

    Di bagian putra Eko Yuli Irawan kelas 61 Kg, kemudian Surahmat juga kelas 61 Kg, Deni kelas 67 Kg, Triyatno kelas 73 Kg dan Rahmat Erwin Abdullah kelas 73 Kg. DI Bagian putri Sri Wahyuni kelas 49 Kg, Yolanda Putri 49 Kg, Sarah Anggraeni kelas 55 Kg Acchedya Jagadditha kelas 59 Kg dan Nurul Akmal kelas + 87 Kg.

    Wakil Ketua Umum PB PABBSI joko Pramono mengatakan, PB.PABBSI berharap bisa meloloskan lifter sebanyak mungkin agar bisa tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

    "Saya bersama jajaran PB PABBSI berharap bisa meloloskan sebanyak mungkin atlet demi mempertahankan tradisi medali Olimpiade ," kata Joko Pramono Minggu 28 Oktober.

    Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 cabang angkat besi meloloskan 5 lifter putra dan putri. Sementara itu manajer tim angkat besi Sony Kasiran mengatakan, tim angkat besi bertolak ke Ashgabat pada Minggu dini hari.

    "Yang menjadi fokus PB PABBSI adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk perebutan tiket ke Olimpiade Tokyo,” kata Sony soal target angkat besi Indonesia di pra kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.