Evaluasi Pelatih dan Susy Susanti untuk Marcus / Kevin

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaMarcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih hasil cukup bagus dalam dua turnamen Eropa sepanjang Oktober 2018. Di Denmark Open mereka menjadi juara, sedangkan di Prancis Terbuka menjadi runner-up.

    Keduanya gagal meraih dua gelar secara beruntun setelah di final French Open dikalahkan Han Chengkai/Zhou Haodong dari Cina dengan skor 21-23, 21-8, 17-21. Aryono Miranat, pelatih ganda putra Indonesia, mempunyai evaluasi atas performa Marcus/Kevin di laga final itu.

    Ia menilai, pada game pertama, anak asuhnya itu bermain terlalu terburu buru. "Jadi mereka terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di poin-poin akhir, sedangkan lawan sangat baik dalam pengembalian bola-bola datar (drive). Memang poin ini sangat disayangkan karena tidak bisa memanfaatkan dua kali kesempatan game point, karena lebih baik di game pertama menang dulu."

    Di game kedua, tempo permainan keduanya juga menurun. "Kevin/Marcus bermain dengan tempo lebih lambat di game kedua dan mereka bisa kontrol setiap pukulan. Tetapi di game ketiga, lawan kembali memaksa bermain cepat dengan bola-bola datar yang baik dan memaksa Kevin/Marcus pun selalu dalam posisi bertahan," kata Aryono.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai capaian di Denmark dan French Open 2018 sudah cukup baik.

    "Secara keseluruhan hasil di dua kejuaraan di Eropa cukup baik, untuk Kevin/Marcus di final (French Open 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi, terutama dalam menghadapi pasangan Tiongkok ini yang di tiap pertemuannya selalu ramai," ujar Susy seperti dikutip laman resmi PBSI.

    Susy melanjutkan, "Tetap kami harapkan semua atlet bisa terus bekerja keras lagi untuk meningkatkan prestasi dan performa mereka. Khususnya bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi."

    Para pemain bulu tangkis Indonesia hanya memiliki waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri jelang turnamen selanjutnya di Fuzhou China Open 2018 dan Hong Kong Open 2018.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?