Borong 2 Gol Persija, Marko Simic: Untuk Korban Lion Air JT 610

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta Marko Simic. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pemain Persija Jakarta Marko Simic. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang klub sepak bola Persija Jakarta Marko Simic mempersembahkan dua gol yang dicetaknya ke gawang Barito Putera dalam laga pekan ke-28 Liga 1 Indonesia, Selasa, untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

    Persija memenangkan laga yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat itu dengan skor 3-0. Simic membuat gol di menit ke-41 (penalti) dan 74, ditambah gol dari Novri Setiawan (45+2). "Dua gol itu untuk korban pesawat yang kecelakaan dan, tentunya, para suporter Persija," ujar Simic, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Selasa.

    Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober. Pesawat tersebut membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dua bayi, serta dua pilot dan lima awak pesawat.

    Penyerang asal Kroasia itu menambahkan, kemenangan atas Barito juga berarti penting bagi timnya yang kini bertengger di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 2018. "Saya merasa ini salah satu pertandingan terbaik yang bisa mengantarkan kami menjadi juara," tutur dia.

    Secara individu, Simic tampil apik dalam empat laga terkininya bersama Persija dengan membuat lima gol. Dia pun berharap Persija bisa mempertahankan performa supaya mimpi kampiun tak pupus. Simic bertambah sumringah jika Persija dapat kembali bermain di markasnya Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, di pertandingan sisa Liga 1.

    "Kami punya kans besar untuk menjadi juara jika kami sebagai tim Jakarta bermain di Jakarta," tutur Simic.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.