Bola Voli: Aprilia Manganang Gagal Bantu Alko di Livoli 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aprilia Manganang. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Aprilia Manganang. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang bola voli Aprilia S Manganang gagal membantu timnya, Alko Bandung, pada Livoli Divisi Utama. Pada pertandingan di GOR Ki Mageti Magetan, Jawa Timur, Selasa, ia hars kembali melihat Alko kembali menelan kekalahan dari TNI AU dengan skor 0-3 (21-25, 19-25, 17-25).

    Pemain timnas Asian Games 2018 tampil perdana bagi April karena ia absen saat timnya taklu dari 0-3 dari Badak LNG Bontang. Dengan kembali menelan kekalahan tim asal Bandung ini dipastikan gagal melangkah ke semifinal meski masih menyisakan satu pertandingan, melawan tim juara bertahan Livoli, Bank Jatim.

    Jika kalah dari Bank Jatim, Rabu ini, 31 Oktober, Alko dipastikan berada di peringkat juru kunci Pool P. Jika menang dari Bank Jatim, tim asuhan Zoelni Hilnanda ini berada di zona degradasi karena baru sekali menang. Sedangkan LNG Bontang dan TNI AU akan berebut satu kemenangan untuk lolos ke semifinal mendampingi Bank Jatim yang sudah lebih dulu lolos.

    "Meskipun ada Aprilia Manganang, tetap tidak bisa mengangkat. Karena hanya seorang April," kata pelatih Alko, Zoelni Hilnanda.

    Menurut dia, awalnya kehadiran April diharapkan mampu mendongkrak tim. Namun, apa yang dilakukan belum membuahkan hasil mengingat apa yang diharapkan belum berjalan sesuai dengan rencana. "Harapan kami April bisa menaikkan performa tim, tapi toser kami yang turun sekarang, Amadea Febriani masih kurang pengalaman," kata Zoelni menambahkan.

    Sementara itu, pelatih TNI AU Wilfirdus Wahyu mengaku sempat terkejut dengan tampilnya Aprilia Manganang karena pada pertandingan sebelumnya saat melawan Badak LNG Bontang, ia belum tampil. "Beruntung kami bisa menang," kata Wahyu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?