Minggu, 18 November 2018

Tinju Dunia: Kisah Tyson Fury Bangkit Dari Keterpurukan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju kelas berat Inggris, Tyson Fury berlatih dengan Ben Davison untuk menghadapi laga perebutan gelar kelas berat WBC melawan Deontay Wilder di Staples Center Los Angeles pada 1 Desember 2018. (Alami Live News/The Sun)

    Petinju kelas berat Inggris, Tyson Fury berlatih dengan Ben Davison untuk menghadapi laga perebutan gelar kelas berat WBC melawan Deontay Wilder di Staples Center Los Angeles pada 1 Desember 2018. (Alami Live News/The Sun)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tyson Fury mengisahkan perjuangannya kembali ke ring tinju dunia, setelah dua tahun terperosok dalam alkohol dan narkotika karena depresi. Fury akan melakoni perebutan gelar juara kelas berat WBC menantang Deontay Wilder di Staples Center, Los Angeles pada 1 Desember 2018.

    Sempat melambung usai mengalahkan Wladimir Klitschko dan menjadi juara dunia pada 28 November 2015, Fury mendadak terpuruk karena masalah manajerial dan kisruh dengan promotor. Dia sama sekali tidak pernah naik ring selama dua tahun, gelar juara dunia yang digenggamnya pun melayang.

    "Bobot saya membengkak jadi hampir 200 kg saat itu, sedangkan sekarang 117 kg untuk menghadapi Wilder," ujar Fury dalam wawancara dengan Showtime.

    Baca: Ada Faktor Mike Tyson di Balik Duel Tinju Dunia Fury Vs Wilder

    Fury menceritakan, peran sang istri lah yang membuatnya mampu kembali ke ring untuk menantang Wilder, sang juara dunia kelas berat asal Amerika Serikat.

    "Saya bilang kepada Paris istri saya, kalau ingin kembali bertinju. Mulanya dia tidak yakin karena tubuh saya sudah sangat gemuk. Saya bisa minum 100 gelas bir dalam sehari saat itu. Namun kemudian Paris mendukung penuh keinginan saya," ujar Fury melanjutkan kisahnya.

    Petinju kelas berat Inggris, Tyson Fury dan istrinya Paris. Furyb akan menghadapi Deontay Wilder dalam perebutan gelar kelas berat WBC di Staples Center Los Angeles pada 1 Desember 2018. (Reuters)

    Fury segera berbenah untuk mengejar keinginannya. Petinju berusia 30 tahun itu kembali masuk sasana di bawah arahan pelatih baru yang masih muda usia, Ben Davison. Fury juga mengikat kontrak dengan promotor baru, Frank Warren. Ikatannya dengan promotor sebelumnya, Mick Hennessy diputuskan.

    Dua pertandingan pemanasan Fury lakukan pada tahun ini, yaitu melawan Sefer Seferi dan Francesco Pianeta. Banyak kritik yang mengatakan persiapan Fury terlalu singkat untuk menghadapi Wilder.

    Baca: Tinju Dunia: Targetkan KO Crolla, Ini Hasil 6 Laga Terakhir Daud

    "Persiapan saya sangat cukup. Saya ke Big Bear di California untuk berlatih, karena di sini sepi dan udaranya segar. Persiapan saya berjalan sangat baik karena tidak ada gangguan apapun dari lingkungan sekitar. Saya merasa sangat bugar saat ini dan siap menghadapi pertarungan," ujar Fury.

    Laga tinju dunia kelas berat antara Deontay Wilder vs Tyson Fury adalah pertarungan antara petinju berpostur raksasa dengan rekor tanpa kalah. Wilder (33 tahun) bertinggi 201 cm dengan rekor 40-0-0 (39 KO), sementara Fury (30 tahun) dengan tinggi 206 cm dan rekor 27-0-0 (19 KO).

    THE SUN | BOXREC


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.