Piala AFC U-19: Jepang Keok, Arab Saudi Vs Korea Selatan di Final

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Piala AFC U-19. (pssi.org)

    Piala AFC U-19. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Korea Selatan akan berhadapan dengan Arab Saudi di babak final Piala Asia atau Piala AFC U-19. Keduanya melaju setelah mengandaskan lawan masing-masing pada laga semifinal digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Kamis.

    Korea Selatan berhasil menaklukkan Qatar dengan skor 3-1. Tiga gol Korsel dicetak Jeon Se-Jin (menit 23, 33), dan Um Won Sang (45+2). Sementara gol balasan Qatar hadir berkat bunuh diri pemain Korea Selatan Lee Jae-Ik.

    Sementara di laga lain empat besar, Arab Saudi secara mengejutkan mampu menaklukkan Jepang dengan skor 2-0. Arab Saudi unggul berkat gol pemain Jepang Tomoya Wakahara yang melesakkan gol ke gawang sendiri pada menit ke-29, disusul kemudian gol Khalid Al Ghannam di menit ke-45+1.

    Berdasarkan catatan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), kemenangan Arab Saudi atas Jepang tersebut menjadi yang pertama dari pertemuan keduanya sepanjang 45 tahun terakhir di Piala U-19 Asia.

    Dengan melaju ke partai final di edisi tahun 2018, Korea Selatan telah 17 kali menginjakkan kaki di final Piala U-19 Asia. Mereka pun berpeluang menambah pundi-pundi gelar juara menjadi 13 kali jika sukses mengandaskan perlawanan Arab Saudi di partai pemungkas Piala U-19 Asia 2018.

    Arab Saudi tercatat baru lima kali melaju ke final Piala U-19 Asia, termasuk tahun 2018. Sebelumnya, Arab Saudi dua kali telah menjuarai kejuaraan tersebut.

    Partai final Piala U-19 Asia 2018 Korea Selatan versus Arab Saudi pada berlangsung pada Minggu, 4 November, di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat.

    Sebagai informasi, empat tim semifinalis Piala AFC U-19 yakni Jepang, Korea Selatan, Qatar dan Arab Saudi dipastikan akan tampil di Piala U-20 Dunia FIFA pada tahun 2019 di Polandia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.