Marc Marquez Juarai MotoGP Malaysia, Valentino Rossi Tergelincir

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP tim Honda Repsol bergembira usai keluar sebagai juara MotoGP Jepang sekaligus meraih gelar juara dunia MotoGP di Motegi, Jepang, 21 Oktober 2018. Marquez finis terdepan dengan catatan waktu 42 menit 36,438 detik. Ia unggul 1,573 detik dari Cal Crutchlow (LCR Honda0. Alex Rins (Suzuki Ecstar) finis di posisi ketiga. REUTERS/Toru Hanai

    Pembalap MotoGP tim Honda Repsol bergembira usai keluar sebagai juara MotoGP Jepang sekaligus meraih gelar juara dunia MotoGP di Motegi, Jepang, 21 Oktober 2018. Marquez finis terdepan dengan catatan waktu 42 menit 36,438 detik. Ia unggul 1,573 detik dari Cal Crutchlow (LCR Honda0. Alex Rins (Suzuki Ecstar) finis di posisi ketiga. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, Jakarta - Marc Marquez menjuarai MotoGP Malaysia yang digelar di Sirkuit Sepang pada Minggu 4 November 2018.

    Juara MotoGP 2018, Marquez menjadi juara setelah Valentino Rossi yang berada di depannya jatuh saat balapan hanya menyisakan 4 lap.

    Baca: MotoGP Malaysia: Jadwal Lomba Dimajukan Dua Jam

    Alex Rins menempati podium runner up, semantara peringkat ketiga direbut oleh Johann Zarco.

    Rossi yang start dari grid kedua langsung melesat ke depan, menyalip Zarco yang menempati pole position. Posisi tersebut terus dipertahankan hingga lap 17.

    Malang bagi Rossi, pembalap Yamaha itu tergelincir sehingga memberikan keuntungan untuk Marquez yang menempel di belakangnya.

    Rossi yang sempat memimpin hingga 17 lap akhirnya masuk garis finis di urutan 18.

    Baca: Cedera Patah Tulang Kaki, Crutchlow Absen di MotoGP Malaysia

    Kemenangan di GP Malaysia semakin mengukuhkan dominasi Marquez sebagai juara MotoGP 2018. Sementara Rossi lagi-lagi gagal menjadi juara sepanjang tahun ini.

    Kemenangan terakhir Rossi terjadi pada MotoGP Belanda 2017.

    FOX SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.