Novak Djokovic: Lompatan Spektakuler Lima Bulan Terakhir

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi Novak Djokovic dalam final Tunggal Putra Shanghai Masters melawan Borna Coric di Shanghai, Cina, Ahad, 14 Oktober 2018. Kemenangan ini membuat Djokovic semakin mendekati Rafael Nadal di puncak peringkat ATP. REUTERS/Aly Song

    Selebrasi Novak Djokovic dalam final Tunggal Putra Shanghai Masters melawan Borna Coric di Shanghai, Cina, Ahad, 14 Oktober 2018. Kemenangan ini membuat Djokovic semakin mendekati Rafael Nadal di puncak peringkat ATP. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Novak Djokovic berhasil maju ke babak final turnamen tenis putra bergengsi, Paris Masters malam ini, Minggu 4 November 2018, dengan mengalahkan Roger Federer 7-6 (8-6), 5-7, 7-6 (7-3).

    Baca: Kembali Nomor Satu, Djokovic Lolos ke Perempat Final Paris Master

    “Itu adalah sebuah pertandingan spektakuler,” kata Djokovic yang akan berhadapan dengan Karen Kachanov pada final malam ini di ibukota Prancis tersebut. Kachanov mengalahkan Dominic Thiem pada semifinal.

    Tapi, yang lebih spektakuler adalah perjalanan kebangkitan Djokovic dalam lima bulan terakhir. Senin ini, 5 November 2018, petenis Serbia berusia 31 tahun tersebut akan kembali menjadi petenis putra nomor satu dunia untuk ketiga kalinya sejak 2011.

    Apapun hasil pertandingan Djokovic menghadapi lawannya dari Rusia itu malam ini, petenis Serbia yang akrab dipanggil Djoker tersebut dipastikan menggantikan posisi Rafael Nadal di puncak peringkat dunia Asosiasi Tenis Putra (ATP) pada Senin ini, 5 November 2018.

    Pengamat olahraga, Annabel Croft, mengatakan ia yakin Djokovic dan timnya telah melampaui harapan mereka sendiri.

    “Mereka mengatakan punya sebuah rencana menempatkan dia dalam posisi tertentu ketika mereka mendapatkan kembali (pelatih) Marian Vajda dan pelatih kebugaran (Gebhard Gritsch),” kata Croft kepada Sky Sports.

    “Tapi, saya pikir rencana itu berjalan bagus di Amerika Serikat Terbuka (2018) dan menurut saya, hal datang lebih awal dari itu. Ia (Djokovic) bilang transisi perubahan datang ketika ia bermain bagus di lapangan rumput,” Croft melanjutkan.

    “Ingat, ia hampir saja memenangi Queen’s (turnamen lapangan rumput sebelum Wimbledon), ketika kalah dari (Marin) Cilic. Ia mengakui ada hal yang ekstrem ketika melihat kembali tahun ini. Sebab, hanya lima bulan lalu, ia dalam kesulitan,” Croft menambahkan. 

    Greg Rusedski, mantan petenis putra nomor satu Inggris, yang kini menjadi pengamat mengatakan, “Lima bulan lalu, ia (Djokovic) dalam tempat yang sangat-sangat gelap. Saya benar-bemar yakin bahwa apa yang dicapainya sekarang di luar dugaannya.”

    Greg Rusedski memprediksi Djokovic yang sudah mengoleksi 14 gelar juara tunggal Grand Salam akan mampu melewati koleksi trofi Rafael Nadal dan Roger Federer pada seri turnamen akbar ini.

    Pada 2018 ini, Djokovic memenangi dua seri Grand Slam yang terakhir yaitu turnamen lapangan rumput Wimbledon dan kejuaraan lapangan keras Amerika Serikat Terbuka.

    “Kita selama ini selau bicara tentang  Federer dan Nadal. Tapi, Djokovic dengan permainannya sekarang punya kemungkinan untuk mencetak sejarahnya. Ia hanya ketinggalan enam (Grand Slam) dari Federer,” kata Rusedski.

    Baca: Kunci Sukses Novak Djokovic: Sering Naik Gunung

    Djokovic sekarang tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan dan sudah memenangi Paris Masters empat kali. Sebuah kemenangan malam ini akan membuat petenis 31 tahun ini menyamai rekor Rafael Nadal, yaitu mengoleksi 33 gelar juara pada seri Masters

    BBC | TENNIS WORLD | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.