Jelang Piala AFF, Bima Sakti Selalu Komunikasi dengan Luis Milla

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Sakti dan Luis Milla.(twitter/@bima11sakti)

    Bima Sakti dan Luis Milla.(twitter/@bima11sakti)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti mengatakan masih terus berkomunikasi dengan mantan pelatih timnas Indonesia Luis Milla. Menurut Bima, Milla selalu mendukung keputusannya di timnas yang kini disiapkan untuk mengikuti turnamen Piala AFF 2018.

    "Saya juga mengabarkan kepada Milla tentang pemain pilihan saya dan dia menyatakan dukungan," ujar Bima Sakti di Jakarta, Minggu.

    Pelatih berusia 42 tahun itu pun tak lupa pesan Luis Milla kepada dirinya terkait sepak bola Indonesia. Milla mengingatkan Bima Sakti bahwa membangun sepak bola nasional tidak pernah mudah. "Dia selalu menekankan bahwa kompetisi usia dini penting untuk dijalankan demi membentuk tim nasional yang baik di semua level khususnya usia muda seperti U-16 dan U-19. Semua ini butuh proses," tutur Bima.

    Hubungan Bima Sakti dengan Luis Milla, pelatih asal Spanyol, memang diketahui terjalin baik. Mereka bekerja sama sebagai pelatih dan asisten pelatih di tim nasional U-23 dan senior Indonesia sejak tahun 2017.

    Duet ini kemudian berpisah setelah kontrak Luis Milla habis pada Agustus 2018. Bima Sakti kemudian ditunjuk untuk menggantikan posisi Luis Milla sebagai pelatih kepala tim nasional.

    Timnas Indonesia akan berlaga di Piala AFF 2018 yang berlangsung pada 8 November-15 Desember 2018. Indonesia bergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, Filipina dan Timor Leste. Tim asuhan Bima Sakti itu akan mulai bertanding pada Jumat, 9 November 2018 menghadapi Singapura di Stadion Nasional, Singapura. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menargetkan Indonesia bisa menjadi juara di turnamen kali ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.