Jadwal 4 Turnamen Bulu Tangkis Sepanjang November

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, melakukan <i>smash</i> ke arah lawannya, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, dalam pertandingan final Denmark Open 2018 di Odense, Denmark, 21 Oktober 2018. Ritzau Scanpix/Claus Fisker/via REUTERS

    Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, melakukan smash ke arah lawannya, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, dalam pertandingan final Denmark Open 2018 di Odense, Denmark, 21 Oktober 2018. Ritzau Scanpix/Claus Fisker/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat turnamen bulu tangkis akan berlangsung sepanjang November 2018 ini. Para pemain Indonesia akan kembali berjuang menjaga tradisi merebut gelar juara tiap bulan seperti yang sudah berlangsung sejak Juli lalu.

    Berikut keempat turnamen tersebut: Fuzhou China Open (mulai 5 November), Hong Kong Open (12 November), Syed Modi International India (19 November), Korea Masters (26 November).

    Fuzhou China Open dan Hong Kong Open merupakan turnamen kelas utama. Para pemain andalan Indonesia akan tampil dalam kedua turnamen tersebut.

    Harapan Indonesia untuk menjadi juara akan kembali tersandar di pundak Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya. Sejauh ini, pasangan ganda putra nomor satu dunia itu mampu terus merebut gelar juara setiap bulannya sejak Juli lalu. Ia menjadi yang terbaik pada Indonesia Open, Asian Games 2018, Jepang Open, dan Denmark Open.

    Di babak pertama Fuzhou China Open, Marcus / Kevin akan menghadapi Lee Jhe-Huei/Lee Yang (Taiwan). Di turnamen ini, Jonatan Christe akan melawan Prannoy Hassena Kemar (India) di laga awal turnamen sama. Sedangkan Anthony Sinisuka Ginting akan menanti lawan dari babak kualifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.