Selasa, 13 November 2018

Widari Raih Dua Emas Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Swedia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • LIfter angkat berat, Widari, bersama manajer tim Yanto Arifin usai memenangi emas dalam Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2017 di Pilsen, Republik Cek. (PABBSI)

    LIfter angkat berat, Widari, bersama manajer tim Yanto Arifin usai memenangi emas dalam Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2017 di Pilsen, Republik Cek. (PABBSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter putri Kalimantan Timur, Widari menyabet dua medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2018 di Halmstad, Swedia, Selasa 6 November.

    Menurut Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Kaltim, Sugeng Mochdar di Samarinda, Selasa, pada kejuaraan dunia tersebut Widari turun di kelas 47 kg putri.

    "Widari meraih dua emas pada angkatan bench press dan angkatan dead lift, sedangkan pada angkatan squat meraih perak" kata Sugeng.

    Baca: Angkat Besi Indonesia Ikuti Pra Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020

    Sugeng mengatakan pada angkatan bench press, widari berhasil mengangkat beban seberat 141 kg, atau dua kali lipat dari berat badannya.

    Meski demikian, lanjut Sugeng pada kelas tersebut Widari hanya meraih medali perak untuk total angkatan dan kalah bersaing dengan lifter dari Jepang

    Sugeng menilai, Widari sudah tampil maksimal pada even ini meski belum mampu meraih predikat juara umum di kelas 47 kg putri.

    Baca: Lifter Putri, Widari, Raih 3 Emas Kejuaraan Dunia Angkat Berat

    Ia berharap ke depannya Widari bisa lebih fokus menghadapi kejuaraan internasional lainnya.

    "Kurangnya waktu untuk istirahat cukup mengganggu persiapan Widari bertanding, semoga pada kejuaraan berikutnya bisa tampil lebih baik lagi," ungkapnya.

    Sugeng menambahkan seusai kejuaraan dunia angkat berat ini, Widari akan kembali ke Samarinda untuk persiapan mengikuri Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.