Witan Sulaeman Ingin Main di Eropa Seperti Egy Maulana

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Indonesia, Witan Sulaeman (kanan), melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang UEA dalam penyisihan Grup A Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. Timnas U-19 meraih keunggulan pada babak pertama. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pemain timnas Indonesia, Witan Sulaeman (kanan), melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang UEA dalam penyisihan Grup A Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. Timnas U-19 meraih keunggulan pada babak pertama. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain timnas U-19 Witan Sulaeman tetap berhasrat untuk bermain di Eropa meski pemain binaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan Jakarta itu menyadari bahwa akan sulit untuk memembus masuk tim inti.

    "Setiap pemain Indonesia pasti tertarik bermain di Eropa. Begitu juga dengan saya. Saya ingin bermain sepakbola yang lebih baik lagi," kata Witan Sulaeman di Jakarta, Selasa 6 November 2018.

    Baca: Jadi Pahlawan Timnas U-19 Indonesia, Witan Sulaeman Merendah

    Pemain berusia 17 tahun mengaku ada beberapa tawaran yang masuk untuk menjalin kerja sama. Tidak hanya dari klub lokal namun juga klub luar terutama dari Eropa. Hanya saja, Witan tidak mau membocorkan tim mana yang berminat menggunakan jasanya.

    "Saya belum bisa sebutkan saat ini. Yang jelas ada beberapa klub baik dari dalam dan luar negeri," kata pemain yang tampil apik saat membela timnas U-19 pada Piala Asia 2018 beberapa waktu yang lalu itu.

    Baca: Bintang Timnas U-19 Witan Sulaeman Dipuji Kawan dan Lawan

    Witan memang punya keinginan untuk menyusul seniornya yaitu Egy Maulana Vikri yang terlebih dahulu hijrah ke Eropa dengan memperkuat tim asal Polandia, Lechia Gdansk. Namun dirinya tidak mau tergesa-gesa untuk menentukan keputusan karir profesionalnya itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.