Selasa, 13 November 2018

Jaga Berat Badan, Kunci Eko Yuli Irawan Jadi Juara Dunia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan disambut Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) saat tiba di Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Eko merebut tiga emas usai mengikuti Kejuaraan Dunia di Ashgabat, Turkmenistan. Foto Aditya Budiman/Tempo.

    Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan disambut Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) saat tiba di Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Eko merebut tiga emas usai mengikuti Kejuaraan Dunia di Ashgabat, Turkmenistan. Foto Aditya Budiman/Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih atlet angkat besi Dirja Wihardja mengatakan salah satu kunci utama keberhasilan Eko Yuli Irawan meraih gelar juara dunia ialah menjaga berat badan. Menurut dia, penampilan apik Eko di kelas 62 kilogram pada Asian Games 2018 menjadi modal besar saat tampil di Kejuaraan Dunia di Ashgabat, Turkmenistan, Ahad lalu.

    Dirja menjelaskan Eko mendapat keuntungan dengan memilih turun di kelas 61 kg pada kejuaraan dunia. "Sudah ada bekal (dari Asian Games). Eko tinggal menjaga berat badan dan kekuatan," kata dia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu, 7 November 2018.

    Lifter Eko Yuli berhasil menjadi nomor satu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Turkmenistan yang berlangsung 1-10 November 2018. Ia meraih tiga emas di kelas yang baru pertama kali diikuti, yaitu 61 kg. Tiga emasnya berasal dari angkatan clean and jerk seberat 174 kg, snatch seberat 143 kg, dan total angkatan 317 kg. Tak hanya itu, total angkatan peraih medali emas Asian Games 2018 itu menjadi rekor baru dunia di kelas 61 Kg.

    Eko Yuli menambahkan tidak terlalu sulit menjaga berat badan untuk tampil di kelas baru 61 kg. Menurut dia, hal penting yang menjadi perhatian ialah masa latihan. Lifter asal Lampung itu menilai persiapan menuju kejuaraan dunia jauh lebih baik dibandingkan dengan Asian Games 2018n. "Yang pasti persiapan lebih panjang, ada waktu dua bulan dan saya tidak berpikir soal berat badan," ucapnya.  

    Ke depan, Eko Yuli menilai persaingan akan semakin berat. Pasalnya, kata dia, para pesaingnya bakal meningkatkan kemampuan untuk mengejar poin kualifikasi menuju Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Pada 2019, ada enam seri kejuaraan dunia untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade. Nantinya, atlet yang menduduki rangking delapan besar bakal langsung lolos ke Olimpiade 2020.  

    Usai mengikuti Kejuaraan Dunia di Turkmenistan, Eko Yuli Irawan menyatakan minimal harus mengikuti empat kejuaraan dunia lagi agar jalannya mulus ke pentas Olimpiade. "Saya fokus ke kejuaraan dunia karena poinnya tinggi," kata lifter berusia 29 tahun itu.  

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.