Selasa, 13 November 2018

Singapura Vs Timnas Indonesia, Kata Bima Sakti dan Fandi Ahmad

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Indonesia. Antara

    Timnas Indonesia. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti memprediksi laga pembuka Grup B Piala AFF 2018 melawan Singapura akan berlangsung ketat. Pertandingan akan digelar di Stadion Nasional, Singapura, Jumat malam.

    Menurut Bima, Singapura merupakan tim yang kuat dan memiliki potensi untuk membuat pertahanan Indonesia dalam bahaya. 

    "Tim Singapura saat ini lebih kuat dengan penyerang dan organisasi tim yang bagus, serta transisi bertahan-menyerang yang baik," ujar Bima dalam konferensi pers pra-laga Grup B Piala AFF 2018 di Singapura, Kamis. 

    Meski demikian, Bima menegaskan timnya siap meladeni apapun yang diberikan Singapura di atas lapangan demi meraih tiga poin. 

    Bagi pelatih berusia 42 tahun ini, kemenangan dari Singapura penting karena tiga poin dari partai tersebut menjadi modal bagus untuk menghadapi partai berikutnya di Grup B, yakni menghadapi Timor Leste, Selasa, 13 November.

    "Meski saya tak banyak waktu untuk mengubah program pelatih sebelumnya, saya yakin dengan kemampuan dan pengalaman tim ini. Banyak dari mereka yang bermain bersama di Asian Games 2018," kata Bima. 

    Target tiga poin juga diutarakan oleh pelatih timnas Singapura Fandi Ahmad. Pelatih yang pernah melatih tim Pelita Jaya di Indonesia ini mengaku sudah mengetahui permainan Indonesia dan siap meraih kemenangan

    "Kami sudah mempelajari permainan Indonesia. Mereka tim yang kuat dan kami berharap mampu menghentikan pergerakan pemain mereka. Kami ingin mendapatkan tiga poin dari laga ini," kata Fandi. 

    Timnas Indonesia menghadapi Singapura Jumat, 9 November, mulai pukul 20.00 waktu Singapura atau pukul 19.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.