Selasa, 13 November 2018

Fuzhou China Open: Tontowi / Liliyana Kandas di Perempat Final

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kedua kanan) dan Tontowi Ahmad (kiri). ANTARA/INASGOC/Nafielah Mahmudah

    Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kedua kanan) dan Tontowi Ahmad (kiri). ANTARA/INASGOC/Nafielah Mahmudah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda campuran yang akan segera berpisah, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, terhenti di babak perempat final turnamen Fuzhou China Open 2018. Dalam pertandingan Jumat, 9 November, pasangan yang jadi unggulan ketiga itu takluk dua game langsung saat menghadapi pasangan Cina, He Jiting/Du Yue.

    Tontowi/Liliyana gagal mengeluarkan permainan terbaiknya dalam pertandingan tersebut. Setelah bertarung selama 41 menit, keduanya takluk dengan skor 21-18, 21-19. Hasil ini membuat rekor pertemuan pasangan Indonesia dengan lawannya yang menempati peringkat 13 itu menjadi 1-1.

    Turnamen Fuzhou China Open kemungkinan akan menjadi turnamen terakhir bagi keduanya pada 2018. Setelah ini, Tontowi akan berpasangan dengan Della Destiara Haris dalam turnamen di Hong Kong Open dan Syed Modi International.

    Liliyana sendiri kini tengah bersiap untuk gantung raket. Namun, ia menyatakan masih ingin tampil pada Indonesia Open Februari tahun depan.

    Jadwal wakil Indonesia lainnya di babak perempat final China Open 2018:
    - Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo (1) vs Kim Astruo/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark/6).
    - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Wang Yilyu/Huang Dongping (Cina/2).
    - Anthony Sinisuka Ginting (8) vs Shi Yuqi (Cina/2).
    - Greysia Polii/Apriyani (4) vs Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea/7).
    - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India).


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.