Pacuan Kuda: 155 Peserta Ikuti Piala Raja Keraton Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para joki bertanding di Arena Pacuan Kuda Pulo Mas dalam pertandingan Pacuan Kuda Talibo Derby 2013, Jakarta, Minggu (10/3). Kejuaraan ini digelar oleh Klub Pacu Kuda Taliabo dan Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) yang diikuti 108 ekor kuda dari berbagai daerah. TEMPO/Subekti

    Para joki bertanding di Arena Pacuan Kuda Pulo Mas dalam pertandingan Pacuan Kuda Talibo Derby 2013, Jakarta, Minggu (10/3). Kejuaraan ini digelar oleh Klub Pacu Kuda Taliabo dan Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) yang diikuti 108 ekor kuda dari berbagai daerah. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 155 peserta dari  berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Istimewa yang memperebutkan Piala Raja Keraton Yogya Sri Sultan Hamengku Buwono X di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung Bantul, Minggu, 11 November 2018.

    "Peserta terjauh kali ini dari Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat," ujar Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Riyanta. Selain itu, Aris menuturkan ada pula peserta asal DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY sendiri.

    Aris menjelaskan kejuaraan pacuan kuda tahunan Yogya yang menggandeng Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Bantul dan KONI DIY ini
    meliputi 22 race atau pacuan. Khusus kejuaraan tahun ini ada kelas Derby dengan jarak lintasan 1.400 meter berhadiah total Rp 50 juta yang diikuti 12 kuda.

    Disamping pacuan yang berskala nasional juga digelar pacuan lokal guna menggairahkan peternakan kuda di daerah ini. Aris menambahkan kejuaraan pacuan ini juga digelar kelas A sprint jarak 1.300 meter,
    kelas B jarak 1.800 meter, kelas C jarak 1.600 meter, kelas C sprint jarak 1.100 meter, kelas D jarak 2.000 meter, kelas D sprint jarak 1.100 meter, dan kelas E jarak 1.200 meter.

    "Kami berharap event ke-10 pacuan kuda ini makin banyak menjaring bibit unggul bagi tumbuhnya joki-joki berkualitas di masa mendatang," ujar Aris.

    Aris menuturkan, selain menjadi wahana untuk memupuk bibit atlet pacuan kuda berkualitas, kejuaraan pacuan kuda yang jarang seperti ini juga menjadi daya tarik bidang pariwisata tersendiri, khususnya dalam menggaet wisatawan domestik.

    "Satu kuda bisa diantar 10-15 orang, terlebih kuda -kuda yang dibawa ke pacuan ini juga membutuhkan tempat penginapan. Jadi ini ikut menggerakkan sektor wisata dan layak dipertahankan sebagai event tahunan," ujarnya tentang Kejuaraan Pacuan Kuda ini.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?