Kata Kevin / Macus Setelah Menjuarai Fuzhou China Open 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu gelar juara diraih Indonesia di turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2018 lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Di babak final, Ahad, Kevin/Marcus menang usai menundukkan He Jiting/Tan Qiang (Cina) dengan skor 25-27, 21-17, 21-15.

    Kemenangan ini merupakan kemenangan ketiga beruntun di China Open 2016, 2017 dan 2018. Ini juga menjadi gelar kedelapan yang diraih pasangan nomor satu dunia itu sepanjang 2018.

    Pada tahun 2016 dan 2017, China Open masih bertitel China Open Super Series Premier. Tahun ini, China Open di Fuzhou disebut Fuzhou China Open Super 750.

    Pertarungan Kevin/Marcus dan lawannya berlangsung seru sejak game pertama. Tertinggal 7-11 di interval game, Kevin/Marcus akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Namun He/Tan terus mengungguli Kevin/Marcus.

    He/Tan yang sudah game point 20-19, tak dapat menyelesaikan permainan. Skor terus imbang hingga 25-25. Dalam adu setting point, He/Tan terus melancarkan tekanan demi tekanan, namun Kevin/Marcus berhasil membalikkan keadaan dan sempat balik unggul 22-21. Sayangnya pengembalian tanggung membuat He/Tan dengan mudah menyerang ke pertahanan Kevin/Marcus, adu setting dimenangkan oleh pasangan Tiongkok.

    Di awal game kedua, Kevin/Marcus mengambil alih permainan dan memimpin hingga 11-8 di interval game. Pertarungan masih berlangsung sengit. Kevin/Marcus kali ini tak ingin mengikuti irama permainan lawan, mereka banya unggul di permainan netting yang membuat lawan kesulitan dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri.

    Di game penentuan, Kevin/Marcus kembali unggul 11-8. Pasangan yang dijuluki Minions ini semakin tak dapat dikendalikan dan terus membuat He/Tan tak dapat menjalankan permainan mereka.

    Marcus mengakui sempat tertekan di awal pertandingan. "Di game pertama kami lebih tertekan, mereka tenaganya lebih kencang, jadi kami harus mengeluarkan banyak tenaga juga dan harus siap dengan tekanan-tekanan mereka," kata Marcus seperti dikutip laman resmi PBSI.

    Kevin menambahkan, "Kami mencoba main lebih tenang, kurangi kesalahan-kesalahan sendiri dan lebih siap dengan serangan-serangan mereka. Pasangan Tiongkok tampil cukup baik, mereka cepat dan pukulannya kencang."

    Marcus menilai ia dan pasangannya masih perlu melakukan perbaikan. "Tentunya seneng banget bisa mengalahkan pasangan muda Tiongkok di final, tapi masih banyak yang perlu kami perbaiki. Kami masih sering membuat kesalahan sendiri, masih banyak kekurangan. Kami harus lebih siap lagi ke depannya, terutama minggu depan di turnamen Hong Kong Open 2018," kata dia.

    Kevin/Marcus akan langsung mengikuti kejuaraan Hong Kong Open 2018 yang dimulai Selasa, 13 November 2018.

    Hasil pertandingan final Fuzhou China Open 2018:
    Ganda Campuran: Zheng Siwei/Huang Yaqiong (1/CHN) vs Wang Yilyu/Huang Dongping (2/CHN) 21-15, 11-21, 21-19
    Tunggal Putra: Kento Momota (1/JPN) vs Chou Tien Chen (4/TPE) 21-13, 11-21, 21-16
    Ganda Putri: Lee So Hee/Shin Seung Chan (7/KOR) vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (5/JPN) 23-21, 21-18
    Tunggal Putri: Chen Yufei (4/CHN) vs Nozomi Okuhara (7/JPN) 21-10, 21-16
    Ganda Putra: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (1/INA) vs He Jiting/Tan Qiang (CHN) 25-27, 21-17, 21-15.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.