MMA One Championship: Thathi Siap Jadi Bintang di Istora GBK

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Priscilla Hartati Lumban Gaol, petarung MMA wanita asal Indonesia di One Championship. (onefc.com)

    Priscilla Hartati Lumban Gaol, petarung MMA wanita asal Indonesia di One Championship. (onefc.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petarung MMA jagoan tuan rumah Indonesia pada One Championship, Priscilla Hertati Lumban Gaol, mengatakan tak ingin lengah pada pertarungan akhir tahun melawan wakil Filipina, Angelie Sabanal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 17 November.

    Pernyataan petarung yang sebelumnya menekuni cabang bela diri wushu sanda ini disampaikan usai latihan bebas di Jakarta MMA, Jakarta, Rabu 14 November. Petarung yang akrab dipanggil Thathi ini bahkan sudah bersiap diri jauh-jauh hari.

    "Untuk persiapan fisik mental dan strategi sudah disiapin semuanya. Kita sudah berusaha tinggal kita menunggu hasil dari Tuhan saja. Menang kalah kan semua orang pasti pengen menang. Yang jelas saya sudah mempersiapkan segalanya," kata Thathi usia latihan terbuka.

    Soal calon lawan, petarung asal Jakarta mengatakan tidak terlalu mengenal karakternya. Namun, untuk bersiap diri menghadapi petarungan besar ini Thathi sudah mempelajari cara bertarung Angelie Sabanal melalui video.

    "Dia memang memiliki karakter yang hampir sama dengan saya. Untuk yang membedakan dia kuat di muaythai, sedangkan saya di wushu," kata pemilik rekor profesional tarung bebas 4-3 itu.

    Thathi akan meladeni semua tantangan lawannya dalam laga MMA One Championship nanti. Pihaknya siap jika diajak bermain atas maupun bawah. Namun pihaknya menyadari lawan meski baru memiliki rekor 1-0 bukan orang sembarangan karena merupakan juara muaythai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.