Balap MotoGP 2019 Bakal Lebih Seru, Ini Alasannya...

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, dan pembalap tim Ducati, Andrea Dovizioso, beraksi saat balapan MotoGP Australia di Sirkuit Grand Prix Phillip Island, Australia, Ahad, 28 Oktober 2018. Meski Marquez gagal finis, hasil ini tidak berpengaruh apa pun terhadap statusnya sebagai juara MotoGP 2018. REUTERS/Brandon Malone.

    Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, dan pembalap tim Ducati, Andrea Dovizioso, beraksi saat balapan MotoGP Australia di Sirkuit Grand Prix Phillip Island, Australia, Ahad, 28 Oktober 2018. Meski Marquez gagal finis, hasil ini tidak berpengaruh apa pun terhadap statusnya sebagai juara MotoGP 2018. REUTERS/Brandon Malone.

    TEMPO.CO, Jakarta - Balap MotoGP 2019 akan diawali dengan uji resmi pasca GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo pada20-21 November.

    Musim baru membawa inovasi baru dengan setiap tim melanjutkan perkembangan mesin purwarupa mereka karena setiap sepersepuluh detik di catatan waktu itu sangat lah penting.

    Salah satu perubahan teknologi yang diperkenalkan pada musim depan terkait dengan standarisasi platform inertial atau IMU, demikian laman resmi MotoGP pada Kamis.

    Jika mulai musim 2016, setiap tim harus menggunakan ECU (Unit Kontrol Elektronik) yang sama yang diproduksi oleh Magneti Marelli, maka Federasi Balap Motor Internasional FIM dan Direktur Teknologi MotoGP mengharuskan setiap tim menggunakan IMU yang seragam untuk musim balapan 2019.

    IMU berfungsi untuk memberi input kepada komputer antara lain terkait sudut kemiringan motor. Tapi IMU bukan hanya sekedar sensor, tapi juga berfungsi sebagai penghitung data.

    Tujuan dari kebijakan itu adalah untuk membuat balapan yang sudah cukup kompetitif itu menjadi lebih kompetitif.

    Membahas soal kompetisi, kelas premier MotoGP musim depan nanti akan menyambut empat pembalap rookie (debutan), yaitu Francesco Bagnaia (Alma Pramac Racing), Miguel Oliveira (Tech 3 Racing KTM), Joan Mir (Team Suzuki Ecstar) dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SIC).

    Sejumlah pembalap pun ada yang mengalami rotasi ke tim lain, dan akan ada dua tim baru yang akan bergabung di kelasnya para raja tahun depan.

    Sepang International Circuit (SIC) Team salah satunya. Mereka, yang sebelumnya mengambil bagian di Moto2 dan Moto3, akan menjadi tim resmi independen Yamaha menggantikan tim Tech 3.

    Salah satu pembalap mereka adalah juara dunia Moto2 2017 Franco Morbidelli, yang akan mengendarai mesin Spec-A hampir mirip dengan yang motor digunakan pebalap pabrikan Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Sedangkan Quartararo akan menggunakan mesin Spec-B.

    Setelah bekerja dengan Yamaha selama 20 tahun, tim Tech 3 akan mencoba tantangan baru menggunakan dua mesin pabrikan KTM. Ini berarti pabrikan asal Austria itu akan memiliki empat motor di trek kelas premier pada 2019, dengan Oliviera dan Hafizh Syahrin yang menunggangi RC16 musim depan.

    Sementara itu Red Bull KTM Factory team akan memasangkan Pol Espargaro dengan Johann Zarco.

    Akan ada 11 tim dengan total 22 pembalap yang turun pada musim MotoGP 2019, setelah Marc VDS Honda mundur dari daftar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.