Erick Thohir Membantah Dirinya Ingin Jadi Ketua Umum PSSI

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir saat berpidato dalam acara solidaritas untuk korban bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam bentuk doa dan ekspresi seni budaya di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 17 Oktober 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir saat berpidato dalam acara solidaritas untuk korban bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam bentuk doa dan ekspresi seni budaya di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 17 Oktober 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Erick Thohir bahwa dia berminat mengelola sepak bola Indonesia memunculkan anggapan,  pengusaha yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini bakal menjadi Ketua Umum PSSI.

    Anggapan tersebut dibantah Erick. Pria yang juga sukses menjadi Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) tersebut tegas menolak jika dihubung-hubungkan dengan niat menjadi Ketua Umum PSSI yang saat ini dijabat oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

    “Saya memang tertantang untuk membantu persepakbolaan Indonesia. Namun, tidak sebagai Ketua Umum PSSI. Saya ini bukan tipe orang yg cocok di birokrasi. Jadi kalau untuk posisi Ketua Umum PSSI, tidak ingin. Tapi jika ditantang memperbaiki sepak bola Indonesia dalam pengelolaan liga itu menarik buat saya,” tegas Erick Thohir dalam keterangan persnya, Kamis 15 November.

    Keinginan Erick terjun ke sepak bola naaional mendapat tanggapan positif dari dunia sepak bola nasional.

    Terlebih dengan rekam jejak pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan selama lima tahun, dan terakhir, baru saja masuk dalam jajaran direksi klub sepak bola di liga 2 Inggris, Oxford United, Erick punya pengalaman lebih dari cukup.

    “Melihat kapasitas Erick, terlebih dengan kesuksesan di Asian Games lalu, serta rekam jejaknya di olahraga nasional, termasuk dalam mengelola basket, saya menilai, Erick punya kemampuan mengelola sepakbola nasional. Namun, jika Erick hanya bersedia mengelola liga atau kompetisinya saja, maka ia harus melakukan lebih dari itu,” ucap mantan pemain nasional era 90,an, Widodo C Putro.

    Pelatih klub Bali United ini menambahkan dalam mengelola liga atau kompetisi sepakbola tak hanya unsur bisnis yang menjadi perhatian.

    “Tapi yang terpenting, perangkat atau infra struktur dalam liga itu sendiri. Mulai dari wasit, pelaksana pertandingan, kualitas stadion, dan banyak lagi. Erick harus punya tim yang kuat agar semua perangkat liga mendukung profesionalisme kompetisi,” tambah Widodo menyoroti niat Erick Thohir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.