Finis Ketiga Musim Ini, Simak Rapor Rossi dalam Karier di MotoGP

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi. REUTERS/Lisi Niesner

    Pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi. REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, harus puas finis di posisi akhir ketiga dalam balapam MotoGP 2018. Ia berada di belakang Marc Marquez (Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati).

    Namun, hasl itu sudah menjadi peningkatan bagi The Doctors. Pada musim lalu, pembalap Italia berusia 39 tahun itu hanya berada di posisi kelima.

    Baca: Cerita Jatuhnya Rossi dalam Balapan MotoGP Valencia yang dramatis

    Rossi mengaku kecewa gagal finis dalam lomba di seri akhir, Velancia, Ahad, namun bersyukur bisa menempati posisi ketiga klasemen umum.

    "Hal positif lainnya adalah saya finis ketiga di kejuaraan ini, yang teratas di Yamaha," kata Rossi. "Saya pikir saya pantas mendapatkannya karena saya selalu berjuang di sepanjang musim, bahkan saat situasinya sulit."

    Baca: Gabung Honda, Lorenzo Beri Salam Perpisahan untuk Ducati
    Keberhasilan finis ketiga ini menjadi yang kertiga kali diraih Rossi di ajang MotoGP. Ia juga pernah tujuh kali juara, yang terakhir pada 2009.

    Berikut rapor Rossi selama berkarier di balapan kelas primer atau MotoGP:
    2000 (Honda): posisi kedua
    2001 (Honda): juara
    2002 (Honda): juara
    2003 (Honda): juara
    2004 (Yamaha): juara
    2005 (Yamaha): juara
    2006 (Yamaha): kedua
    2007 (Yamaha): ketiga
    2008 (Yamaha): juara
    2009 (Yamaha): juara
    2010 (Yamaha): ketiga
    2011 (Ducati): ketujuh
    2012 (Ducati): keenam
    2013 (Yamaha): keempat
    2014 (Yamaha): kedua
    2015 (Yamaha): kedua
    2016 (Yamaha): kedua
    2017 (Yamaha): kelima
    2018 (Yamaha): ketiga.

    MOTOGP | CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.