Kejuaraan Dunia Junior Taekwondo, Ini Hasil Indonesia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Taekwondo. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi Taekwondo. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak empat atlet junior taekwondo putra dan dua putri Indonesia mendapat kesempatan menimba ilmu dengan mengikuti Kejuaraan Dunia Junior Taekwondo Pomsae 2018 yang diikuti 55 negara di Taipei, Taiwan pada 15-19 November 2018.

    Menurut ketua rombongan Bambang Siswanto melalui surat elektronik yang diterima di Jakarta, Rabu, keenam atlet tersebut berasal dari Sekolah Olahraga Ragunan dan pengiriman kontingen difasilitasi oleh Kemenpora.

    Keenam atlet tersebut adalah Avisa Nabila dan Rizka Salsa (putri) dan Rori K, M. Rizal, Johansen dan Ibnu Muhammad (putra). Mereka didampingi pelatih Laras dan Leto.

    "Atlet-atlet junior ini baru pertama kalinya mengikuti kompetisi tingkat internasional, masih minim dengan pengalaman, namun sudah bisa menunjukan kemampuan yang terbaiknya," kata Bambang Siswanto yang juga Ketua Bidang Kompetisi Usia Muda di Kemenpora itu.

    Dengan mengikuti kejuaraan dua tahunan itu, Bambang berharap para atlet muda tersebut semakin terpacu dan bersemangat untuk berprestasi lebih baik di masa datang.

    Hasil terbaik atlet Indonesia di kejuaraan yang berlangsung di Universitas Taipei itu diraih Avisha Nabilla yang menembus peringkat lima besar di kelas kadet individu putri yang diikuti 33 peserta.

    Sementara Rori K/M.Rizal/Johansen yang bertanding di kelas beregu junior putra, menempati peringkat keenam dari 20 peserta.

    Hasil lainnya, M Rizal yang bertanding di kelas individu junior putra, menempati peringkat 13 dari 37 peserta, Rizka Salsa P di nomor individu junior putri (peringkat 11 dari 38 peserta), Ibnu Muhammad di nomor individu gaya bebas (peringkat 9 dari 12 peserta), serta Johansen/Ibnu/Rori/Rizka/Avisha di nomor gaya bebas campuran berada di peringkat 10 dari 11 peserta Kejuaraan Dunia Taekwondo Junior tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?