Tinju Dunia: Joshua Siap Unifikasi Gelar, Tunggu Wilder atau Fury

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara kelas berat sejati asal Inggris, Anthony Joshua usai memukul KO penantangnya asal Rusia, Alexander Povetkin di Stadion Wembley London pada Sabtu 22 September 2018. (Reuters)

    Juara kelas berat sejati asal Inggris, Anthony Joshua usai memukul KO penantangnya asal Rusia, Alexander Povetkin di Stadion Wembley London pada Sabtu 22 September 2018. (Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara tinju dunia asal Inggris, Anthony Joshua, menargetkan bisa melakukan unifikasi gelar juara dunia kelas berat pada 2019. Untuk itu ia siap menghadapi pemenang duel Deontay Wilder vs Tyson Fury yang akan berlangsung 1 Desember.

    "Tonton saya menjadi juara sejati pada 2019. Tetap lapar," kata dia dalam cuitan di akun twitternya.

    Joshua, 29 tahun, saat ini memegang gelar juara dunia kelas berat IBF, IBO, WBO, dan WBA. Sedangkan gelar juara dunia WBC saat ini dipegang Deontay Wilder, yang akan dipertahankan pada duel 1 Desember di Los Angeles melawan petinju Inggris Tyson Fury.

    Awalnya, Joshua digadang-gadang akan langsung berhadapan dengan Wilder pada tahun ini. Namun negosiasi yang dilakukan kedua kubu berlangsung alot dan tak juga menemukan titik temu soal pembagian bayaran dan lokasi pertandingan.

    Melihat kondisi itu, mantan juara kelas berat Lennox Lewis sempat mengungkapkan kejengkelannya. Ia menyarankan Anthony Joshua bersikap seperti juara dan berhenti bersikap hanya mengejar uang.

    Media di Inggris berspekulasi bahwa pertarungan tinju dunia antara Joshua dan pemenang duel Wilder vs Fury akan berlangsung pada April 2019 di Wembley Stadium, London, Inggris.

    THE SUN | BOXING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.