Diduga Korupsi, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah Mundur dari IOC

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah (ketiga kiri), mengunjungi Indonesia, Ahad, 15 Oktober 2017. Dalam foto tampak ia bersama Menko PMK Puan Maharani, Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), Ketua Umum Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) Erick Thohir, dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. ANTARA/ Wahyu Putro A

    Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah (ketiga kiri), mengunjungi Indonesia, Ahad, 15 Oktober 2017. Dalam foto tampak ia bersama Menko PMK Puan Maharani, Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), Ketua Umum Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) Erick Thohir, dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. ANTARA/ Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Komite Olimpiade Asia (OCA), Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah mengundurkan diri untuk sementara sebagai ketua ANOC, organisasi di Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menaungi komite-komite Olimpiade nasional, di tengah kasus hukumnya di Swiss,.

    IOC telah mencatat keputusan Sheikh Ahmad untuk "menskors diri sendiri dari peran dan tanggung jawabnya dalam ANOC. Keputusan tersebut mulai berlaku Rabu ini, demikian pernyataan IOC seperti dikutip Reuters, Senin.

    Pria asal Kuwait itu pekan lalu membantah melakukan kesalahan dan menyatakan bahwa tuduhan terhadapnya bermotif politik. Namun ia tidak memberikan keterangan lebih detil.

    Sheikh Ahmad sebelumnya juga mundur sebagai anggota IOC dan ketua Olympic Solidarity -- bagian dari IOC yang mengelola dana jutaan dolar Amerika Serikat untuk membantu proyek-proyek olahraga global.

    "Dewan Eksekutif IOC menegaskan bahwa pihaknya tetap dengan praduga tak bersalah dan menilai Sheikh Ahmad telah mengambil langkah yang benar sesuai Gerakan Olimpiade," kata IOC.

    Sheikh Ahmad, yang menjadi anggota IOC sejak 1992, merupakan orang dekat Presiden IOC Thomas Bach dan termasuk pendukungnya saat pemilihan tahun 2013.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.