Soal #EdyOut, Begini Jawaban Edy Rahmayadi dan PSSI

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) saat ditemui TEMPO di kantornya Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 22 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) saat ditemui TEMPO di kantornya Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 22 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memberikan jawaban soal #EdyOut yang merupakan tuntutan agar dirinya mundur dari jabatannya.

    Tuntutan mundur bagi Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara itu muncul di masyarakat dan media sosial, akibat prestasi sepak bola Indonesia yang dinilai buruk selama kepemimpinannya sejak 10 November 2016.

    Kegagalan terkini sepak bola Indonesia adalah tidak berhasil lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Dalam penyisihan Grup B, timnas Indonesia hanya menempati peringkat 4 di bawah Thailand, Filipina, dan Singapura.

    “"Saya terima itu semua. Menurut saya itu kekecewaan rakyat Indonesia," kata Edy Rahmayadi dalam wawancara dengan TVOne.

    "PSSI ini di bawah FIFA dan diatur dalam statutanya. Kalau saya ada kegiatan kecurangan bersifat hukum atau para voter sebanyak 2/3 mengajukannya ke FIFA dan FIFA datang ke sini untuk memprosesnnya, itu bisa saja dilakukan," ujar Edy melanjutkan.

    Edy bisa diganti, jika setengah dari anggota PSSI yang berjumlah 107, menginginkannya diganti. Masalahnya, hingga saat ini belum ada anggota PSSI yang meminta Edy diganti.

    “Saat ini tidak ada satu pun surat dari anggota yang memiliki suara di PSSI, yang meminta Pak Edy out. Mekanismenya pun sudah jelas karena Pak Edy memang tidak dipilih masyarakat, akan tetapi anggota. Namun, anggota tidak ada satupun yang bicara Edy out," kata Gusti Randa, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

    PSSI akan melakukan kongres tahunan di Bali pada Januari 2019. Namun tidak ada jaminan kongres itu akan berubah menjadi Kongres Luar Biasa (KLB), yang salah satu agendanya mengganti Edy Rahmayadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.