Indonesia Open Aquatic Masuk Agenda Federasi Renang Internasional

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Belanda berdarah Indonesia, Ranomi Kromowidjojo, saat mengunjungi pelatnas renang Asian Games 2018 di di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu pagi, 15 Agustus. (PB PRSI)

    Perenang Belanda berdarah Indonesia, Ranomi Kromowidjojo, saat mengunjungi pelatnas renang Asian Games 2018 di di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu pagi, 15 Agustus. (PB PRSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menyatakan Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2018 sudah masuk dalam agenda resmi Federasi Renang Internasional atau Fédération Internationale de Natation (FINA). Wakil Ketua Umum PRSI, Harlin E. Rahardjo mengatakan dengan demikian para perenang yang tampil di Indonesia Open hasilnya akan diakui oleh FINA.

    Menurut Harlin, FINA juga mengakui IOAC menjadi bagian dari kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia. "Baru kali kedua kami dapat pengakuan internasional. Jadi atlet tidak perlu jauh ke luar negeri untuk ikut lomba," kata dia di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. Pengakuan pertama ialah pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

    Pada 2017 IOAC baru sebatas kejuaraan test event jelang Asian Games 2018. Tahun ini gengsi Indonesia Open makin bertambah setelah FINA memasukkan dalam agenda resmi kejuaraan internasional. Pertimbangan utama FINA menerima IOAC sebagai agenda resmi internasional karena Indonesia sudah mempunyai fasilitas lomba berstandar internasional.

    Harlin menyatakan karena sudah masuk dalam agenda FINA maka penyelenggaraan IOAC maju menjadi 1-9 Desember 2018 dari sebelumnya yang digelar 5-15 Desember 2017. "Kalau mengikuti jadwal tahun lalu sudah masuk masa liburan (perayaan Natal) di agenda FINA," ucapnya.

    IOAC melombakan empat cabang olahraga akuatik, yakni renang (digelar 1-5 Desember), polo air (1-6 Desember). Lalu Renang artistik (7-9 Desember) dan loncat indah (6-9 Desember). Selain atlet nasional dan klub, Indonesia Open juga diramaikan peserta dari Malaysia, Syiria, dan Singapura. Sementara Filipina dan Srilanka, panitia masih menunggu konfirmasi. Total ada lebih dari 110 peserta yang sudah melakukan pendaftaran.

    Karena sudah masuk agenda FINA, Harlin melanjutkan, maka skema pertandingan pun ikut berubah. Ia mengatakan perlombaan Renang akan mengikuti standar kejuaraan internasional, yaitu format lomba terdiri dari sesi pagi dan sore. "Ini juga bagian dari sosialisasi dan mengikuti pola pembinaan internasional," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.