Isu Match Fixing, Sekjen PSSI Mengaku Tak Kenal Vigit Waluyo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menanggapi ramainya dugaan kasus pengaturan pertandingan (match fixing), Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria mengatakan tidak mengenal sosok Vigit Waluyo. "Tidak kenal dan tidak pernah bertemu," kata Tisha di acara diskusi PSSI bertema Citra Buruk Sepak Bola Indonesia di Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

    Baca: PSSI Usut Dua Dugaan Pengaturan Pertandingan

    Tisha menyatakan pertanyaan seputar pengaturan pertandingan (match fixing) yang menyeret nama Vigit Waluyo terlalu personal. Pasalnya, Tisha menyebut, Vigit dikaitkan dengan PSSI sebagai lembaga yang mempunyai anggota di seluruh wilayah Indonesia. "PSSI itu badan, dengan 853 anggota dan memiliki perwakilan komite eksekutif. Saya berbicara secara pribadi," kata dia.

    Dalam acara televisi Mata Najwa nama Vigit Waluyo muncul ke permukaan dan terkait dengan pengaturan skor di Liga Indonesia. Salah satu narasumber, Bambang Suryo, yang disebut-sebut mantan pelaku pengaturan skor menyatakan Vigit termasuk pelaku utama dalam pengaturan pertandingan di Liga Indonesia.

    Baca: Dugaan Match Fixing, Direktur Persija Serukan Aksi Nyata

    Ihwal adanya dugaan anggota Komite Eksekutif PSSI yang terlibat dalam pengaturan skor, Tisha menyatakan, federasi tengah melakukan proses organisasi. "Maksudnya akan ada pemanggilan dan persidangan bila diperlukan," ucap dia.

    Federasi, lanjut Tisha, tak ingin sembarangan menuding pihak tertentu. PSSI sebagai lembaga memerlukan dasar hukum dan bukti kuat untuk mengungkap dugaan pengaturan pertandingan.

    Baca: Hasil dan Klasemen Liga 1: Barito Putera Vs Borneo FC 1-0

    Kasus dugaan match fixing di Liga Indonesia kembali mencuat. Dugaan kecurangan terjadi di babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2018 antara Madura FC melawan PSS Sleman. Bahkan disebutkan ada dugaan petinggi PSSI yang terlibat dalam pengaturan pertandingan tersebut.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.