Ini Bayaran Wilder dan Fury untuk Tinju Dunia Akhir Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyson Fury dan Deontay Wilder saling berhadapan dalam promosi pertarungan mereka yang digelar di Los Angeles, 1 Desember 2018. (Evening Standard/AP)

    Tyson Fury dan Deontay Wilder saling berhadapan dalam promosi pertarungan mereka yang digelar di Los Angeles, 1 Desember 2018. (Evening Standard/AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Deontay Wilder dan Tyson Fury akan mendapatkan bayaran terbesar sepanjang karier mereka, saat keduanya berlaga dalam pertarungan tinju dunia kelas berat di Staples Center, Los Angeles, Sabtu 1 Desember 2018.

    Sebagai juara bertahan kelas berat WBC, Wilder dikabarkan menerima bayaran US$ 14 juta atau sekitar Rp 200 miliar. Sementara Fury yang merupakan penantang mendapatkan US$ 10 juta, atau sekitar Rp 143,5 miliar.

    Jumlah bayaran tersebut masih bisa bertambah, jika penjualan tayangan televisi berbayar untuk laga mereka melebihi target.

    “Uang bukan motivasi utama saya dalam pertarungan ini. Sebanyak apapun bayaran, tak mungkin saya habiskan untuk diri sendiri. Saya malah berencana menyumbangkan sebagian besar bayaran itu untuk membangun rumah singgah bagi para gelandangan dan orang miskin,” kata Fury.

    “Pendapat saya soal jumlah bayaran sama saja dengan dia. Bagi saya yang terpenting adalah pencapaian, pembuktian bahwa saya memang juara sejati,” ujar Wilder.

    Pertarungan Wilder vs Fury adalah jembatan bagi keduanya untuk menuju laga yang lebih akbar, yaitu pertarungan melawan Anthony Joshua juara kelas berat di tiga badan tinju dunia: WBA, IBF, dan WBO.

    Laga tinju dunia antara pemenang Wilder vs Fury melawan Joshua, diperkirakan menghasilkan bayaran lebih dari US$ 100 juta untuk kedua petinju yang bakal berlaga tahun 2019.

    EVENING STANDARD | CNBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.