Kemenpora Fokuskan Pembinaan Pesepakbola Muda di Daerah

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertandingan Tim Pelajar Indonesia U-15 melawan Filipina dalam turnamen sepak bola usia muda Bali International Football Championship 2018, Senin 3 Desember. (Kemenpora)

    Pertandingan Tim Pelajar Indonesia U-15 melawan Filipina dalam turnamen sepak bola usia muda Bali International Football Championship 2018, Senin 3 Desember. (Kemenpora)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong dibentuknya tim sepak bola muda di daerah yang ditangani secara profesional demi melahirkan pemain-pemain potensial.

    Salah satu dukungan dari Kemenpora ini dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan stakeholder sepak bola tim Raga Putra Menoreh asal Kulon Progo, Yogyakarta jelang perhelatan final Bali International Football Championship U-15 Piala Menpora di Badung, Bali, Sabtu.

    Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengatakan bahwa klub Raga Putra Menoreh tidak hanya berbasis kepada atlet-atlet putra lokal, tetapi terhadap beberapa atlet terbaik di Indonesia.

    "Klub ini berdiri dan akan dikenalkan kepada masyarakat Kulon Progo pada 15 Desember mendatang yang ditandai dengan berlangsungnya pertandingan trofeo antara Timnas Pelajar yang juga diperkuat oleh beberapa Timnas U-19 seperti Witan Sulaiman serta atlet U-16 yang akan menghadapi tim PSSI Sleman serta Persikup Kulon Progo," katanya.

    ADVERTISEMENT

    "Tiga tim itu akan berkompetisi menghibur masyarakat, sekaligus menyuguhkan sebuah pembelajaran, bagaimana bermain sepak bola yang baik, sehingga mampu memberikan nuansa baru bagi persepakbolaan Kulon Progo di mana memiliki spirit yang sangat kuat terhadap olahraga ini," katanya.

    Lebih lanjut, Isnanta juga merespon positif terobosan baru dari Raga Putra Menoreh yang berkeinginan untuk membuat sebuah akademi klub dengan penanganan secara profesional yang memiliki target besar dalam 2019 mendatang yaitu mengikuti perhelatan Piala Suratin serta Liga Nusantara.

    Melalui sisi kaderisasi, Isnanta mengatakan jika Raga Putra Menoreh juga berjanji akan mengembangkan atlet-atlet lokal dari usia muda yakni sejak SD untuk berlatih yang terinspirasi dari atlet-atlet yang bermain di trofeo nanti.

    "Dalam ajang trofeo nanti akan dibarengi dengan gerakan memasyarakatkan olahraga khususnya senam SKJ jadul yang kita daur ulang dan kita beri nama SKJ 2018. Masyarakat harus mengenal lagi sekaligus akan membuka memori di era tahun 80-an tentang kegembiraan, keceriaan yang tertuang dalam sebuah senam untuk juga memeriahkan pertandingan tersebut," ujar Deputi III Kemenpora itu lagi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...