Bulu Tangkis BWF Finals: Besok Hendra / Ahsan Jumpa Taiwan Lagi

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan.

    Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan masih mengantongi harapan untuk lolos babak penyisihan grup B Kejuaraan BWF World Tour Finals 2018 setelah dalam pertandingan kedua grup mengalahkan ganda Taiwan di Guangzhou, China, Kamis.

    Pasangan atlet senior Indonesia itu, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang atas ganda Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng 21-18, 21-14 pada laga kedua penyisihan grup B selama 36 menit permainan.

    Kemenangan di Guangzhou itu menjadi revans bagi Hendra/Ahsan setelah kekalahan kubu Indonesia dalam All England 2018 Liao/Su.

    "Kami sudah berusaha menerapkan pola permainan kami sendiri sejak awal tanding. Kami harus yakin mampu mengimbangi permainan lawan," kata Ahsan tentang permainannya menghadapi pasangan muda Taiwan itu.

    Ahsan mengaku pola permainan pada laga kedua penyisihan grup B itu akan diterapkannya lagi bersama Hendra pada pertandingan ketiga menghadapi pasangan lain Taiwan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin pada Jumat (14/12).

    "Kami belum tahu pola permainan lawan pada pertandingan selanjutnya. Tapi, kami harus yakin sejak awal dan tidak boleh tertinggal meraih poin," kata Ahsan.

    Sementara, Hendra mengatakan pasangan Liao/Su yang menempati peringkat 14 dunia punya pertahanan yang rapat.

    Sebelumnya pada laga pertama grup B, Hendra/Ahsan kalah dari pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 4-21, 18-21.

    Pasangan atlet Merah-Putih peraih gelar Juara Dunia 2013 dan 2015 itu berpeluang lolos grup B BWF World Tour Finals jika berhasil mengalahkan pasangan Chen/Wang pada laga terakhir penyisihan, Jumat 14 Desember.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.